Bank Indonesia mencatat, utang luar negeri Indonesia berada di angka USD427,5 miliar atau setara Rp6.989 triliun, pada Januari 2025. Angka itu naik 5,1 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pertumbuhan utang luar negeri tersebut dipengaruhi oleh sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral.
Kondisi utang luar negeri juga dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Ramdan mengatakan, alokasi utang luar negeri merupakan salah satu instrumen pembiayaan APBN yang dikelola secara hati-hati dan efektif untuk mendukung belanja prioritas pemerintah.
Host: Kemas Irawan