Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Aksi tersebut dilakukan untuk meminta Kedutaan Besar Republik Rakyat China agar meninjau kembali celah hukum perdagangan antar-negara supaya mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Aksi tersebut dilakukan untuk meminta Kedutaan Besar Republik Rakyat China agar meninjau kembali celah hukum perdagangan antar-negara supaya mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Aksi Koalisi ISPA Soroti Kaitan Perdagangan dan Karhutla

Kamis 22 Oktober 2026 20:39 WIB
A
A
A

JAKARTA - Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk meminta Kedutaan Besar Republik Rakyat China agar meninjau kembali celah hukum perdagangan antar-negara supaya mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang. 

 

Dalam kurun waktu Januari 2024 hingga Agustus 2026, China merupakan negara tujuan ekspor terbesar berbagai komoditas dari industri sawit, industri kehutanan, serta industri pertambangan Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya