Dukung Hilirisasi Industri Nasional, Universitas Brawijaya Jajaki Prodi Advanced Materials
Sabtu 18 Juli 2026 20:07 WIB
A
A
A
JAKARTA - Universitas Brawijaya (UB) menjajaki peluang pendirian program studi baru yang fokus pada bidang teknologi material maju (advanced materials). Rencana tersebut merupakan bentuk konkret dari agenda mendukung hilirisasi industri nasional. Hal ini menjadi bagian penjajakan kerja sama tripartit bersama perusahaan advanced materials CNGR Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pembahasan berlangsung melalui rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Kampus UB, Malang. Kolaborasi itu diarahkan memperkuat inovasi teknologi, ketahanan energi, dan pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, kerja sama diharapkan menghasilkan dampak nyata bagi kebutuhan industri.
Pembahasan Program Studi Advanced Materials diawali dengan audiensi bersama Rektor UB Widodo. Pertemuan juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UB Andi Kurniawan. Sekretaris Direktorat Kerja Sama UB P.M. Erza Killian turut mengikuti pertemuan tersebut. Sementara itu, Kementerian ESDM diwakili Moch Syamsul Hadi sebagai perwakilan Sekretaris Jenderal sekaligus Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Widodo menegaskan, kemitraan harus bersifat aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam pertemuan itu, UB juga memperkenalkan rencana pengembangan kampus baru di Kepanjen, Kabupaten Malang. Kampus tersebut diproyeksikan menjadi pusat fakultas dan program bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Sementara itu, hari kedua diisi rapat koordinasi bersama perwakilan fakultas, jurusan, dan program studi. Forum tersebut membahas peluang kolaborasi jangka panjang yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pembahasan juga mencakup profil industri dan kebutuhan pengembangan riset bersama.
Respons sivitas akademika terhadap rencana kerja sama tersebut dinilai positif. Karena itu, UB segera membentuk satuan tugas lintas disiplin bersama CNGR Indonesia. Tim tersebut akan menyusun peta jalan dan rencana implementasi kerja sama. Program ditargetkan mulai berjalan pada paruh kedua 2026. Selanjutnya, kelompok kerja teknis menyusun draf MoU serta dashboard Community Development.
Kehadiran perwakilan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM mempertegas pentingnya sinergi ketiga pihak. Mereka juga menyepakati penandatanganan MoU tripartit antara UB, CNGR Indonesia, dan Kementerian ESDM. Penandatanganan diusulkan berlangsung di kantor Kementerian ESDM. "Kemitraan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujar Widodo. Kerja sama ini diharapkan mempercepat inovasi teknologi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia bagi hilirisasi industri mineral nasional.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya