Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Pameran Weaving Wonders di Tugu Kunstkring, Jakarta, pada 13?27 Juni 2026 menampilkan tenun, kuliner, dan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus mengangkat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi restoratif melalui kolaborasi lintas sektor.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Pemberdayaan perempuan dinilai menjadi kunci menjawab tantangan kemiskinan, stunting, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
(Kiri-Kanan) Wamen Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Nusa Tenggara Timur Mindriyati Astiningsih Laka Lena dan Ketua Panitia Weaving Wonders, Yori Antar berfoto usai jumpa pers di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Pameran Weaving Wonders di Tugu Kunstkring, Jakarta, pada 13?27 Juni 2026 menampilkan tenun, kuliner, dan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus mengangkat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi restoratif melalui kolaborasi lintas sektor.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengamati kain tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Pameran Weaving Wonders Angkat Peran Perempuan NTT

Sabtu 13 Juni 2026 19:55 WIB
A
A
A

JAKARTA - (Ki-Ka) Wamen Ekonomi Kreatif Irene Umar,  Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan,  Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Nusa Tenggara Timur Mindriyati Astiningsih Laka Lena dan Ketua Panitia Weaving Wonders, Yori Antar berfoto usai jumpa pers di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

 
Pameran Weaving Wonders di Tugu Kunstkring, Jakarta, pada 13–27 Juni 2026 menampilkan tenun, kuliner, dan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus mengangkat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi restoratif melalui kolaborasi lintas sektor.
 
Pemberdayaan perempuan dinilai menjadi kunci menjawab tantangan kemiskinan, stunting, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT. Survei GoodStats 2024 mencatat kontribusi perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di NTT mencapai 42,4 persen, melampaui rata-rata nasional.
 
Melalui program Mama Bambu dan Kebun Pangan Perempuan, perempuan NTT memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menjaga lingkungan. Upaya ini turut diperkuat dengan pemberian hak kelola Perhutanan Sosial kepada enam kelompok tani hutan perempuan di NTT pada Mei 2026.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya