Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Defisit terjadi seiring percepatan belanja pemerintah di awal tahun. APBN tetap diandalkan untuk menjaga stabilitas fiskal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia sepanjang 2026.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Defisit terjadi seiring percepatan belanja pemerintah di awal tahun. APBN tetap diandalkan untuk menjaga stabilitas fiskal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia sepanjang 2026.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun

Senin 23 Februari 2026 20:33 WIB
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan APBN hingga Januari 2026 mencatat defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen dari PDB. Pendapatan negara mencapai Rp172,7 triliun, sedangkan belanja Rp227,3 triliun yang difokuskan pada program prioritas.
 
Defisit terjadi seiring percepatan belanja pemerintah di awal tahun. APBN tetap diandalkan untuk menjaga stabilitas fiskal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia sepanjang 2026.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya