Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Ketidakpastian regulasi dan inkonsistensi kebijakan dinilai berdampak langsung pada iklim usaha dan daya saing Indonesia di tengah target pertumbuhan ekonomi 2026.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh lintas disiplin, dengan keynote speaker mantan Ketua KPK Abraham Samad, menegaskan bahwa profesionalisme dan kepastian hukum menjadi kunci menjaga kepercayaan investor.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh lintas disiplin, dengan keynote speaker mantan Ketua KPK Abraham Samad, menegaskan bahwa profesionalisme dan kepastian hukum menjadi kunci menjaga kepercayaan investor.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas sekaligus aktivis politik dan hukum, Feri Amsari, menyampaikan pandangannya dalam seminar nasional bertajuk ?Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya terhadap Iklim Usaha? yang digelar Suara.com di Grand Capitol Ballroom, Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas sekaligus aktivis politik dan hukum, Feri Amsari, menyampaikan pandangannya dalam seminar nasional bertajuk ?Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya terhadap Iklim Usaha? yang digelar Suara.com di Grand Capitol Ballroom, Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Seminar Nasional: Profesionalisme Penegakan Hukum Jadi Sorotan

Jum'at 06 Februari 2026 22:08 WIB
A
A
A

JAKARTA - Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas sekaligus aktivis politik dan hukum, Feri Amsari, menyampaikan pandangannya dalam seminar nasional bertajuk “Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya terhadap Iklim Usaha” yang digelar Suara.com di Grand Capitol Ballroom, Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dalam forum tersebut, Feri menilai pemberantasan korupsi di Indonesia menghadapi jalan buntu dan kerap dipersepsikan sebagai alat kekuasaan, bukan semata instrumen keadilan.

 
Ia menyoroti belum adanya peta jalan antikorupsi yang konsisten selama hampir tiga dekade, serta kecenderungan pelemahan lembaga antikorupsi. Feri juga mempertanyakan sejumlah praktik penegakan hukum yang dinilai janggal, termasuk perubahan dakwaan dalam kasus dugaan BBM oplosan Pertamina. “Apakah kita sedang memberantas korupsi atau justru merawatnya?” ujarnya.
 
Diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh lintas disiplin, dengan keynote speaker mantan Ketua KPK Abraham Samad, menegaskan bahwa profesionalisme dan kepastian hukum menjadi kunci menjaga kepercayaan investor. Ketidakpastian regulasi dan inkonsistensi kebijakan dinilai berdampak langsung pada iklim usaha dan daya saing Indonesia di tengah target pertumbuhan ekonomi 2026.
 
Dia pun mempertanyakan praktik pemberantasan korupsi saat ini yang janggal, seperti yang menimpa mantan menteri perdagangan Tom Lembong, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, mantan Dirut ASDP Ira Puspa Dewi, mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.
 
Demikian juga dengan kejanggalan kasus BBM oplosan Pertamina. “Dugaan awal kasus ini berkaitan dengan minyak oplosan. Lalu dakwaan berubah tidak lagi terkait oplosan namun bicara mengenai kontrak dan gratifikasi bisnis minyak,” ujar Feri.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya