Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Nagara Institute berharap kajian mendalam yang dihasilkan RTD ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi Presiden dan BPI Danantara untuk menjamin keberlanjutan dan kesehatan keuangan superholding BUMN tersebut.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Peneliti Nagara Institute Mohamad Dian Revindo, Ekonom dan Pakar Kebijakan Public Wijayanto Samirin, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin, Peneliti Nagara Institute Satya Arinanto dan Peneliti Nagara Institute Edi Sewandono saat menjadi pembicara dalam acara Discussion (RTD) Nagara Institute-Akbar Faizal Uncensored (AFU) di Yogyakarta (19/12/2025).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Nagara Institute berharap kajian mendalam yang dihasilkan RTD ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi Presiden dan BPI Danantara untuk menjamin keberlanjutan dan kesehatan keuangan superholding BUMN tersebut.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Diskusi Nagara Institute - AFU, Pakar Ingatkan Tantangan Keuangan BUMN dan Danantara

Jum'at 19 Desember 2025 22:22 WIB
A
A
A
Peneliti Nagara Institute Mohamad Dian Revindo, Ekonom dan Pakar Kebijakan Public Wijayanto Samirin, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin, Peneliti Nagara Institute Satya Arinanto dan Peneliti Nagara Institute Edi Sewandono saat menjadi pembicara dalam acara Discussion (RTD) Nagara Institute-Akbar Faizal Uncensored (AFU) di Yogyakarta (19/12/2025). Discussion (RTD) Nagara Institute-Akbar Faizal Uncensored (AFU) bertema ‘Menghitung Risiko dan Harapan Superholding BUMN Danantara’ di Yogyakarta menghasilkan peringatan keras dari para pakar mengenai kondisi keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan risiko tata kelola entitas baru, yakni Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).                                                             
 
Nagara Institute berharap kajian mendalam yang dihasilkan RTD ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi Presiden dan BPI Danantara untuk menjamin keberlanjutan dan kesehatan keuangan superholding BUMN tersebut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya