Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 4
Perbesar
img-1
Sales Mission 2025 mempertemukan 10 perusahaan perjalanan asal Filipina dan lebih dari 85 agen travel Indonesia secara business-to-business (B2B).
Foto 2 / 4
Perbesar
img-2
Kementerian Pariwisata Filipina (PDOT) menggelar Sales Mission di Park Hyatt Jakarta, Selasa (15/7/2025) dan di Surabaya pada Rabu (16/7/2025). Rombongan juga berkunjung ke agen-agen perjalanan di Bali.
Foto 3 / 4
Perbesar
img-3
PDOT menjamin bahwa berbagai destinasi mereka telah menyediakan aneka hidangan bersertifikat halal dan fasilitas ibadah bagi wisatawan muslim.
Foto 4 / 4
Perbesar
img-4
Filipina menduduki peringkat 8 Global Muslim Travel Index 2024 kategori negara non-OIC (Organisasi Kerja Sama Islam), naik dari posisi 12 tahun sebelumnya.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Filipina Gencarkan Sensasi Wisata Ramah Muslim bagi Turis Indonesia

Rabu 16 Juli 2025 19:39 WIB
A
A
A
JAKARTA -  Filipina kian menggencarkan kampanye dan penyediaan aneka fasilitas ramah Muslim sebagai salah satu kekuatan berbagai destinasi wisatanya.
 
Beberapa destinasi liburan ramah Muslim unggulan yang dipromosikan antara lain Metro Manila, Cebu, Bohol, Boracay, Iloilo, dan Palawan — kombinasi keindahan tropis, warisan sejarah, dan keramahan masyarakat yang siap menyambut wisatawan Muslim dari Indonesia.
 
Salah satu yang jadi sorotan adalah kehadiran “Marhaba Boracay” — kawasan khusus seluas 800 meter persegi di Boracay Newcoast. Tempat ini dirancang sebagai area terbatas wisata air yang nyaman bagi keluarga Muslim. 
 
“Kami lebih dari siap untuk menyambut para wisatawan muslim termasuk dari Indonesia. Sekarang hampir semua kamar hotel dilengkapi arah kiblat, sajadah, Alquran sesuai request dan musala. Restoran hotel pun menyediakan menu bahkan booth sajian halal,” kata Executive Assistant, Office of The Undersecretary Halal Tourism and Muslim Concerns Kementerian Pariwisata Filipina (PDOT), Isabelle Ann Biscocho di sela program Sales Mission di Park Hyatt Jakarta, Selasa (15/7/2025).
 
Menurut dia, makanan khas Filipina yang dijual di kaki lima pun sudah banyak yang bersertifikat halal antara lain lumpia, rendang dan sate ala Filipina, hingga adobo. Adobo adalah makanan berat khas Filipina yakni daging sarat bumbu rempah yang banyak dijual di mana-mana. Biasanya, makanan ini tersedia dalam daging babi dan sapi. Namun kini sudah banyak adobo daging ayam.  
 
Di tempat yang sama, Direktur Office of Market Development PDOT, Azucena C. Pallugna mengungkapkan, Filipina ingin menjadi rumah kedua bagi wisatawan Muslim. “Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi bagaimana menciptakan suasana dan sambutan yang ramah menyambut dan inklusif,” katanya.  
 
Pada 2024, Filipina mencatatkan lebih dari 613 ribu kunjungan wisatawan dari negara-negara mayoritas Muslim — meningkat hampir 24 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah ini menyumbang sekitar 10 persen dari total turis mancanegara, dengan estimasi pendapatan hampir Rp22,4 triliun.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya