Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Dalam jangka panjang, kapasitas produksi akan diperluas mencakup solder wire, powder, dan paste, dengan total volume hingga 16.000 ton per tahun.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun, keberadaan pabrik ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral dalam negeri.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Dalam jangka panjang, kapasitas produksi akan diperluas mencakup solder wire, powder, dan paste, dengan total volume hingga 16.000 ton per tahun.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun, keberadaan pabrik ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral dalam negeri.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
CEO PT Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo bersama Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo meresmikan pengoperasian pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia di kawasan Tunas Prima Industrial Estate, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (10/7/2025).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Dorong Manufaktur Berbasis Mineral, Pabrik Solder Ramah Lingkungan Hadir di Indonesia

Kamis 10 Juli 2025 23:27 WIB
A
A
A
BATAM - CEO PT Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo bersama Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo meresmikan pengoperasian pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia di kawasan Tunas Prima Industrial Estate, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (10/7/2025). 
 
Peresmian ini dihadiri Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Direktur Stania An Sudarno dan Chairman Tunas Group Dolly. Pabrik seluas 6.500 meter persegi ini menargetkan kapasitas produksi jangka panjang hingga 16.000 ton per tahun untuk produk solder wire, powder, dan paste dengan nilai produksi mencapai Rp1 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor manufaktur nasional berbasis mineral. 
 
Dalam jangka panjang, kapasitas produksi akan diperluas mencakup solder wire, powder, dan paste, dengan total volume hingga 16.000 ton per tahun. Dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun, keberadaan pabrik ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral dalam negeri.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya