Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Sejumlah pengemudi dari berbagai komunitas transportasi daring menggelar unjukrasa spontan sebagai korban Aplikator di depan Kantor Kementrian Perhubungan, Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Aksi digelar sebagai bentuk protes atas ketidakadilan sistem aplikator transportasi online yang selama ini merugikan banyak pengemudi termasuk kasus-kasus tragis yang berujung pada hilangnya nyawa akibat tekanan, eksploitasi dan tidak adanya perlindungan hukum. Dalam aksinya mereka menuntut agar diberlakukannya potongan Komisi Aplikator maksimal 10%.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Sejumlah pengemudi dari berbagai komunitas transportasi daring menggelar unjukrasa spontan sebagai korban Aplikator di depan Kantor Kementrian Perhubungan, Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Aksi digelar sebagai bentuk protes atas ketidakadilan sistem aplikator transportasi online yang selama ini merugikan banyak pengemudi termasuk kasus-kasus tragis yang berujung pada hilangnya nyawa akibat tekanan, eksploitasi dan tidak adanya perlindungan hukum. Dalam aksinya mereka menuntut agar diberlakukannya potongan Komisi Aplikator maksimal 10%.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Sejumlah pengemudi dari berbagai komunitas transportasi daring menggelar unjukrasa spontan sebagai korban Aplikator di depan Kantor Kementrian Perhubungan, Jakarta, Rabu (7/5/2025).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Pengemudi Online Geruduk Kemenhub, Desak Potongan Aplikator Tak Lebih dari 10%

Rabu 07 Mei 2025 21:49 WIB
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pengemudi dari berbagai komunitas transportasi daring menggelar unjukrasa spontan sebagai korban Aplikator di depan Kantor Kementrian Perhubungan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Aksi digelar sebagai bentuk protes atas ketidakadilan sistem aplikator transportasi online yang selama ini merugikan banyak pengemudi termasuk kasus-kasus tragis yang berujung pada hilangnya nyawa akibat tekanan, eksploitasi dan tidak adanya perlindungan hukum. Dalam aksinya mereka menuntut agar diberlakukannya potongan Komisi Aplikator maksimal 10%.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya