Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Layar digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. IHSG tercatat turun drastis sebesar 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Layar digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. IHSG tercatat turun drastis sebesar 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Layar digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. IHSG tercatat turun drastis sebesar 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Layar digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. IHSG tercatat turun drastis sebesar 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Layar digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. IHSG tercatat turun drastis sebesar 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

IHSG Anjlok 9,19%, Bursa Efek Indonesia Lakukan Trading Halt

Selasa 08 April 2025 21:54 WIB
A
A
A
JAKARTA, 8 April 2025 — Layar digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam pada hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. IHSG tercatat turun drastis sebesar 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06.
 
Akibat penurunan yang melebihi ambang batas 8%, PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit sejak pukul 09.00.00 WIB melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Langkah ini dilakukan untuk meredam kepanikan pasar dan memberi waktu bagi investor untuk mencerna kondisi terkini.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya