Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 4
Perbesar
img-1
Seorang warga keturunan Tionghoa berjalan keluar usai berdoa di Klenteng Thien Le Kiong, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (16/1/2025).
Foto 2 / 4
Perbesar
img-2
Klenteng Thien Le Kiong yang dibangun pada tahun 1903 menjadi klenteng tertua itu tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi warga Tionghoa yang beragama Konghucu di Kota Samarinda dan sekitarnya namun juga menjadi perekat erat toleransi antara warga Tionghoa Samarinda dengan warga pribumi di sekitarnya.
Foto 3 / 4
Perbesar
img-3
Klenteng Thien Le Kiong yang dibangun pada tahun 1903 menjadi klenteng tertua itu tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi warga Tionghoa yang beragama Konghucu di Kota Samarinda dan sekitarnya namun juga menjadi perekat erat toleransi antara warga Tionghoa Samarinda dengan warga pribumi di sekitarnya.
Foto 4 / 4
Perbesar
img-4
Seorang warga keturunan Tionghoa berjalan keluar usai berdoa di Klenteng Thien Le Kiong, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (16/1/2025).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Klenteng Thien Le Kiong Samarinda: Warisan Sejarah 1903 yang Menjaga Harmoni Toleransi

Jum'at 17 Januari 2025 17:38 WIB
A
A
A

SAMARINDA - Seorang warga keturunan Tionghoa berjalan keluar usai berdoa di Klenteng Thien Le Kiong, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (16/1/2025). Klenteng Thien Le Kiong yang dibangun pada tahun 1903 menjadi klenteng tertua itu tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi warga Tionghoa yang beragama Konghucu di Kota Samarinda dan sekitarnya namun juga menjadi perekat erat toleransi antara warga Tionghoa Samarinda dengan warga pribumi di sekitarnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya