Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Gerakan sosial ini merupakan bentuk komitmen untuk mengurangi persoalan kesehatan yang diakibatkan oleh asap hasil pembakaran dan TAR.
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Gerakan sosial ini merupakan bentuk komitmen untuk mengurangi persoalan kesehatan yang diakibatkan oleh asap hasil pembakaran dan TAR.
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Gerakan sosial ini merupakan bentuk komitmen untuk mengurangi persoalan kesehatan yang diakibatkan oleh asap hasil pembakaran dan TAR.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto (kedua kanan), Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Dr. drg. Amaliya (tengah), M.Sc, PhD, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) dr. Mariatul Fadilah, MARS, Ketua Asosiasi  Vaporizer Bali (AVB) Gede Agus Mahardika (kanan), dan Pengamat Hukum Ariyo Bimmo (kiri) berfoto bersama usai peluncuran Gerakan Bebas TAR dan Asap Rokok (GEBRAK!) di Jakarta, Selasa 9 April 2019.  GEBRAK! diinisiasi oleh Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Asosiasi Vaper Indonesia (AVI), Asosiasi Vaporizer Bali (AVB), dan Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP). Gerakan sosial ini merupakan bentuk komitmen untuk mengurangi persoalan kesehatan yang diakibatkan oleh asap hasil pembakaran dan TAR, senyawa karsinogenik yang memicu timbulnya penyakit berbahaya pada tubuh. #GerakanBebasTAR #HidupLebihSehat #UapBukanAsap

 

<style type="text/css"> p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica; color: #454545}</style>
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya