Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 8
Perbesar
img-1
Korban dan keluarga korban HAM yang tergabung dalam Kontras mendatangi Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015). Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
Foto 2 / 8
Perbesar
img-2
Seorang petugas berdiri di balik pagar Gedung Kejaksaan Agung, saat unjuk rasa korban dan keluarga korban HAM. Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
Foto 3 / 8
Perbesar
img-3
Seorang anak berdiri di depan pagar Gedung Kejaksaan Agung, saat unjuk rasa korban dan keluarga korban HAM. Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
Foto 4 / 8
Perbesar
img-4
Seorang anak duduk di depan pagar Gedung Kejaksaan Agung, saat unjuk rasa korban dan keluarga korban HAM. Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
Foto 5 / 8
Perbesar
img-5
Keluarga korban HAM melihat ke arah Gedung Kejaksaan Agung, saat unjuk rasa korban dan keluarga korban HAM. Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
Foto 6 / 8
Perbesar
img-6
Tangan seseorang memegang pagar Gedung Kejaksaan Agung, saat unjuk rasa korban dan keluarga korban HAM. Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
Foto 7 / 8
Perbesar
img-7
Korban dan keluarga korban HAM yang tergabung dalam Kontras mendatangi Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015). Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
Foto 8 / 8
Perbesar
img-8
Korban dan keluarga korban HAM yang tergabung dalam Kontras mendatangi Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2015). Kedatangan mereka guna mendesak Kejagung dan Presiden untuk membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc serta menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Desak Pemerintah Bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Tangan seseorang memegang pagar Gedung Kejaksaan Agung, saat unjuk rasa korban dan keluarga korban HAM.
 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya