Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Pekerja menyusun tabung gas 12 kilogram di salah satu agen di Jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013). Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, Indonesia akan tetap mengekspor gas karena menghasilkan pendapatan negara jauh lebih besar.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Pekerja menyusun tabung gas 12 kilogram di salah satu agen di Jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013). Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, Indonesia akan tetap mengekspor gas karena menghasilkan pendapatan negara jauh lebih besar.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Pekerja menyusun tabung gas 12 kilogram di salah satu agen di Jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013). Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, Indonesia akan tetap mengekspor gas karena menghasilkan pendapatan negara jauh lebih besar.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Pekerja menyusun tabung gas 12 kilogram di salah satu agen di Jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013). Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, Indonesia akan tetap mengekspor gas karena menghasilkan pendapatan negara jauh lebih besar.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Pekerja membawa tabung gas 12 kilogram di salah satu agen di Jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013). Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, Indonesia akan tetap mengekspor gas karena menghasilkan pendapatan negara jauh lebih besar.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Pemerintah Tetap Ekspor Gas

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Pekerja menyusun tabung gas 12 kilogram di salah satu agen di Jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013). Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, Indonesia akan tetap mengekspor gas karena menghasilkan pendapatan negara jauh lebih besar. Jero Wacik menambahkan, harga gas ekspor lebih tinggi sekitar US$18 per mmbtu, sementara harga gas dalam negeri sekitar US$7-11 per mmbtu.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya