JAKARTA -
Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari sejak 29 Juli. Penutupan ajang mode tersebut menampilkan koleksi adibusana bertema “Ulos Simetria” yang mengangkat kekayaan wastra Sumatra Utara melalui eksplorasi ulos, songket, tenun ikat, dobel lungsi, sirat, hingga marsimata dengan sentuhan siluet modern dan warna-warna pastel.
Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, mengatakan tema “Ulos Simetria” mengajak masyarakat melihat bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan inovasi dalam membangun masa depan industri mode Indonesia.
Selama penyelenggaraan, BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan lebih dari 200 desainer dan 500 tenant UMKM dari berbagai daerah melalui rangkaian fashion show, pameran, talkshow, forum kreatif, hingga pertunjukan hiburan sebagai upaya memperkuat ekosistem fesyen nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
JAKARTA -
Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari sejak 29 Juli. Penutupan ajang mode tersebut menampilkan koleksi adibusana bertema “Ulos Simetria” yang mengangkat kekayaan wastra Sumatra Utara melalui eksplorasi ulos, songket, tenun ikat, dobel lungsi, sirat, hingga marsimata dengan sentuhan siluet modern dan warna-warna pastel.
Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, mengatakan tema “Ulos Simetria” mengajak masyarakat melihat bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan inovasi dalam membangun masa depan industri mode Indonesia.
Selama penyelenggaraan, BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan lebih dari 200 desainer dan 500 tenant UMKM dari berbagai daerah melalui rangkaian fashion show, pameran, talkshow, forum kreatif, hingga pertunjukan hiburan sebagai upaya memperkuat ekosistem fesyen nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.