Dari Kombucha ke Panggung Ilmuwan Dunia

Arif Julianto/okezone, Jurnalis
Minggu 07 Juni 2026 23:28 WIB
JAKARTA - Perjalanan Kayla di BINUS SCHOOL Simprug dimulai sejak taman kanak-kanak dan berbuah prestasi di tingkat internasional. Pada 2026, ia mempresentasikan riset tentang pemanfaatan SCOBY, lapisan selulosa hasil fermentasi kombucha, sebagai bahan pembalut luka ramah lingkungan dalam konferensi internasional yang diselenggarakan The NorthCap University, India. Penelitian berjudul “Chitosan-Guar Gum Coated SCOBY Bacterial Cellulose As A Potential Material For Sustainable Wound Dressing” tersebut juga dipublikasikan di International Journal of Environmental Sciences dan meraih Global Youth Action Fund Grant senilai USD 2.500.
 
Tak hanya di bidang riset, Kayla juga aktif dalam kepemimpinan dan kompetisi internasional. Ia pernah menjabat sebagai Presiden OSIS, Deputy Secretary-General Model United Nations, serta Director di Summit of Talented Young Leaders. Berbagai penghargaan juga diraihnya, di antaranya medali World Scholar’s Cup, World Mathematics Invitational, Singapore and Asian Schools Math Olympiad, American Math Olympiad, serta menjadi Top Scorer Indonesia untuk ICAS English dan meraih Distinction pada ICAS Science.
 
Menurut Kayla, lingkungan belajar di BINUS SCHOOL Simprug memberinya kesempatan untuk berkembang secara menyeluruh. “Selama 15 tahun dari TK hingga SMA, saya tidak hanya didorong untuk fokus pada akademis, tetapi juga diberi ruang untuk mengeksplorasi bidang lain seperti seni, organisasi, dan kepemimpinan,” ujarnya.
 
Pencapaian Kayla menjadi salah satu gambaran keberhasilan ekosistem pendidikan BINUS SCHOOL Simprug. Pada angkatan 2026, sebanyak 90 persen lulusannya diterima di berbagai perguruan tinggi luar negeri di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Belanda, Singapura, dan negara lainnya. Sekolah ini menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) secara penuh, mulai dari Early Years hingga IB Diploma Programme (IBDP), yang diakui oleh lebih dari 2.000 universitas di dunia.
 
Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, Isaac Koh, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa, orang tua, dan para pendidik. Melalui penerapan kurikulum IB dan Journeys Programme, sekolah berkomitmen mendukung setiap siswa untuk mengembangkan potensi dan passion mereka, sehingga mampu bersaing di tingkat global. Hal itu tercermin dari keberhasilan lulusan diterima di berbagai universitas ternama, seperti University College London (UCL), The University of Hong Kong, University of Melbourne, UNSW Sydney, King's College London, University of Toronto, McGill University, University of Sydney, dan University of Warwick, termasuk dengan berbagai program beasiswa.

JAKARTA - Perjalanan Kayla di BINUS SCHOOL Simprug dimulai sejak taman kanak-kanak dan berbuah prestasi di tingkat internasional. Pada 2026, ia mempresentasikan riset tentang pemanfaatan SCOBY, lapisan selulosa hasil fermentasi kombucha, sebagai bahan pembalut luka ramah lingkungan dalam konferensi internasional yang diselenggarakan The NorthCap University, India. Penelitian berjudul “Chitosan-Guar Gum Coated SCOBY Bacterial Cellulose As A Potential Material For Sustainable Wound Dressing” tersebut juga dipublikasikan di International Journal of Environmental Sciences dan meraih Global Youth Action Fund Grant senilai USD 2.500.
 
Tak hanya di bidang riset, Kayla juga aktif dalam kepemimpinan dan kompetisi internasional. Ia pernah menjabat sebagai Presiden OSIS, Deputy Secretary-General Model United Nations, serta Director di Summit of Talented Young Leaders. Berbagai penghargaan juga diraihnya, di antaranya medali World Scholar’s Cup, World Mathematics Invitational, Singapore and Asian Schools Math Olympiad, American Math Olympiad, serta menjadi Top Scorer Indonesia untuk ICAS English dan meraih Distinction pada ICAS Science.
 
Menurut Kayla, lingkungan belajar di BINUS SCHOOL Simprug memberinya kesempatan untuk berkembang secara menyeluruh. “Selama 15 tahun dari TK hingga SMA, saya tidak hanya didorong untuk fokus pada akademis, tetapi juga diberi ruang untuk mengeksplorasi bidang lain seperti seni, organisasi, dan kepemimpinan,” ujarnya.
 
Pencapaian Kayla menjadi salah satu gambaran keberhasilan ekosistem pendidikan BINUS SCHOOL Simprug. Pada angkatan 2026, sebanyak 90 persen lulusannya diterima di berbagai perguruan tinggi luar negeri di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Belanda, Singapura, dan negara lainnya. Sekolah ini menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) secara penuh, mulai dari Early Years hingga IB Diploma Programme (IBDP), yang diakui oleh lebih dari 2.000 universitas di dunia.
 
Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, Isaac Koh, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa, orang tua, dan para pendidik. Melalui penerapan kurikulum IB dan Journeys Programme, sekolah berkomitmen mendukung setiap siswa untuk mengembangkan potensi dan passion mereka, sehingga mampu bersaing di tingkat global. Hal itu tercermin dari keberhasilan lulusan diterima di berbagai universitas ternama, seperti University College London (UCL), The University of Hong Kong, University of Melbourne, UNSW Sydney, King's College London, University of Toronto, McGill University, University of Sydney, dan University of Warwick, termasuk dengan berbagai program beasiswa.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita Multimedia lainnya