Momentun Hari Film Nasional, Tonggak Kebangkitan Kembali Film Indonesia

Sopan Arman Inggara, Jurnalis
Selasa 30 Maret 2021 07:25 WIB
Momentun Hari Film Nasional, Tonggak Kebangkitan Kembali Film Indonesia
- 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional
- Berdasarkan pengambilan gambar film pertama Indonesia berjudul Darah & Doa atau Long March of Siliwangi tahun 1950 karya sutradara Usmar Ismail
- Ditetapkan Presiden BJ Habibie melalui Keppres Nomor 25 tahun 1999
- 30 Maret 2021 merupakan Hari Film Nasional ke-71 sekaligus peringatan 100 tahun Usmar Ismail, bapak perfilman Indonesia.
- Presiden Joko Widodo berharap monentum Hari Film Nasional ke-71 menjadi tonggak kebangkitan kembali
film-film Indonesia ditengah pandemi Covid-19.
- Pandemi Covid-19 membuat industri film nasional lesu.
- Pusbang Film mencatat pada 2019 terdapat 51 juta tiket terjual di bioskop. Tahun 2020, penjualan tiket merosot 76%.
- Dengan dibukanya kembali bioskop, masyarakat bisa mulai kembali mendukung industri perfilman nasional dengan menonton film Indonesia di bioskop terdekat dengan melaksanakan protokol kesehatan.

"Meski setahun ini Indonesia diselubungi suasana pandemi, kita tetap mengenang momentum kelahiran film Indonesia itu dan menjadikannya tonggak kebangkitan kembali film-film nasional. Keberadaan dan kemajuan perfilman Indonesia bukan hanya tanggung jawab para insan perfilman, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua," kata Joko Widodo.

Infografis:
Sopan Arman Inggara

Momentun Hari Film Nasional, Tonggak Kebangkitan Kembali Film Indonesia
- 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional

- Berdasarkan pengambilan gambar film pertama Indonesia berjudul Darah & Doa atau Long March of Siliwangi tahun 1950 karya sutradara Usmar Ismail

- Ditetapkan Presiden BJ Habibie melalui Keppres Nomor 25 tahun 1999

- 30 Maret 2021 merupakan Hari Film Nasional ke-71 sekaligus peringatan 100 tahun Usmar Ismail, bapak perfilman Indonesia.

- Presiden Joko Widodo berharap monentum Hari Film Nasional ke-71 menjadi tonggak kebangkitan kembali

film-film Indonesia ditengah pandemi Covid-19.

- Pandemi Covid-19 membuat industri film nasional lesu.

- Pusbang Film mencatat pada 2019 terdapat 51 juta tiket terjual di bioskop. Tahun 2020, penjualan tiket merosot 76%.

- Dengan dibukanya kembali bioskop, masyarakat bisa mulai kembali mendukung industri perfilman nasional dengan menonton film Indonesia di bioskop terdekat dengan melaksanakan protokol kesehatan.

"Meski setahun ini Indonesia diselubungi suasana pandemi, kita tetap mengenang momentum kelahiran film Indonesia itu dan menjadikannya tonggak kebangkitan kembali film-film nasional. Keberadaan dan kemajuan perfilman Indonesia bukan hanya tanggung jawab para insan perfilman, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua," kata Joko Widodo.

Infografis:
Sopan Arman Inggara

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita Multimedia lainnya