Menjaga Eksistensi Buku Fisik di Tengah Gempuran Era Digital
JAKARTA - Pengunjung mengamati produk-produk yang dijual dalam pameran Press Print Party (PPP) 2026 di The Brickhall Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026).
Sebanyak 98 penerbit dan kreator dari dalam dan luar negeri ambil bagian dalam Press Print Party (PPP) 2026. Ajang pameran buku independen ini menjadi ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan karya sekaligus mengeksplorasi beragam bentuk penerbitan alternatif.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, Press Print Party berlangsung pada 6-8 November 2026 dengan menghadirkan penerbit independen, seniman, ilustrator, hingga desainer. Berbagai karya ditampilkan, mulai dari art book, zine, hingga publikasi eksperimental yang menawarkan perspektif dan pendekatan kreatif berbeda.
Tahun ini, PPP mengusung tema “Codex” yang menempatkan buku sebagai medium untuk menyimpan, merawat, sekaligus mewariskan gagasan dan pengetahuan. Tema tersebut juga mengajak pengunjung melihat kembali relevansi buku fisik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Melalui penerbitan independen, para kreator tidak hanya mendapatkan ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga kebebasan bereksperimen dengan format, visual, dan cara bercerita. Kehadiran ajang ini sekaligus memperlihatkan bahwa buku fisik masih memiliki tempat penting sebagai medium ekspresi dan eksplorasi di tengah perubahan industri kreatif.