Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
AHY juga menilai sektor hortikultura, agribisnis, perikanan, dan ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh perempuan.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
AHY juga menilai sektor hortikultura, agribisnis, perikanan, dan ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh perempuan.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
AHY juga menilai sektor hortikultura, agribisnis, perikanan, dan ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh perempuan.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
AHY juga menilai sektor hortikultura, agribisnis, perikanan, dan ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh perempuan.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
AHY juga menilai sektor hortikultura, agribisnis, perikanan, dan ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh perempuan.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

AHY Dorong Perempuan Pengusaha Melompat Lebih Besar, Tatyana Pimpin IWAPI

Rabu 04 November 2026 22:08 WIB
A
A
A

JAKARTA - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) terus memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian nasional melalui pengembangan kewirausahaan, transformasi digital, dan perluasan akses pasar. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik perempuan agar berkembang menjadi usaha yang lebih besar dan berdaya saing.

 

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X IWAPI 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, dengan tema Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045.

 

Ketua Umum IWAPI Nita Yudi mengatakan, pemberdayaan perempuan agar mandiri secara ekonomi merupakan tujuan utama organisasi yang telah berdiri selama 51 tahun. Menurutnya, perempuan pengusaha memiliki potensi besar dalam menggerakkan berbagai sektor ekonomi, terutama kuliner yang mencakup sekitar 80 persen usaha anggota IWAPI.

 

Salah satu kontribusi anggota IWAPI terlihat melalui keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nita mencontohkan anggota IWAPI di Jawa Timur yang sebelumnya memiliki 16 restoran, tetapi hanya mampu mempertahankan tujuh gerai setelah terdampak pandemi COVID-19. Melalui program MBG, usaha tersebut kembali berkembang dengan mengoperasikan 10 dapur dan mempekerjakan kembali karyawannya.

 

Selain itu, IWAPI mengembangkan program Kampung Hortikultura di Bogor dan Banten dengan komoditas seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan berbagai tanaman buah. Program ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menekan inflasi.

 

IWAPI juga memperluas jejaring bisnis perempuan ke tingkat internasional melalui ASEAN Women Entrepreneur Network (AWEN) dan BRICS Women Business Alliance (WBA). Organisasi tersebut turut menggelar International Women Business and Investment Forum 2026 yang dihadiri sekitar 350 peserta dari sejumlah negara, termasuk China, Malaysia, dan Rusia.

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi kontribusi IWAPI dalam memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Ia menyebutkan, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan pada 2025 baru mencapai 56,6 persen, sedangkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebesar 70 persen. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital dan dukungan pembagian tanggung jawab dalam keluarga perlu diperkuat.

 

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie juga menilai perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing usaha nasional. Menurutnya, penguatan ekonomi perawatan atau care economy serta penciptaan lapangan kerja menjadi peluang yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan sekitar 65 persen atau 37 juta perempuan berada di sektor UMKM. Ia mendorong penguatan transformasi digital, keterampilan sumber daya manusia, akses pembiayaan, teknologi, pasar, dan peluang usaha agar pengusaha perempuan dapat berkembang.

 

AHY juga menilai sektor hortikultura, agribisnis, perikanan, dan ekonomi hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh perempuan. Menurutnya, sinergi pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, dan investor diperlukan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan perempuan.

 

Di sisi lain, Munas X IWAPI 2026 menetapkan Tatyana Sentani Sutara sebagai Ketua Umum DPP IWAPI periode 2026–2031 melalui pemilihan secara aklamasi. Usai terpilih, Tatyana mengajak seluruh pengurus daerah untuk mengesampingkan perbedaan pilihan dan kembali bersatu membesarkan organisasi.

 

Ia berharap Munas X menjadi momentum memperkuat soliditas dan mengakhiri perbedaan di internal organisasi. Dengan kepemimpinan baru, IWAPI diharapkan semakin berperan dalam mendorong pengusaha perempuan berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya