Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Pelatihan menghadirkan praktisi dari Tri Hita Consulting dan Jejakin yang membahas penerapan ESG serta penghitungan emisi karbon.
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Pelatihan menghadirkan praktisi dari Tri Hita Consulting dan Jejakin yang membahas penerapan ESG serta penghitungan emisi karbon.
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Pelatihan menghadirkan praktisi dari Tri Hita Consulting dan Jejakin yang membahas penerapan ESG serta penghitungan emisi karbon.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Kemenperin Dorong IKM Beradaptasi dengan Tuntutan Pasar Global

Jum'at 16 Oktober 2026 21:12 WIB
A
A
A

JAKARTA - Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis Berkelanjutan MR.D.I.Y. Indonesia, CIMB Niaga dan Kemenperin RI bersama 100 IKM serta pemasok lokal.

 

MR.D.I.Y. Indonesia, CIMB Niaga, dan Kementerian Perindustrian menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis Berkelanjutan bagi 100 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026. Kegiatan bertema Growing Sustainably Together: Future Proofing ESG-Driven Supply Chain ini membekali peserta dengan pengetahuan mengenai penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), pengelolaan keuangan, serta efisiensi bisnis.

 

CFO MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengatakan, pelatihan tersebut merupakan upaya mendukung peningkatan kapasitas IKM dan pemasok lokal agar mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi, serta daya saing usaha. Sementara itu, CIMB Niaga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan solusi pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

 

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mempercepat transformasi industri hijau dan mendorong IKM menerapkan praktik usaha yang efisien serta ramah lingkungan. Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan pada Juli 2026.

 

Pelatihan menghadirkan praktisi dari Tri Hita Consulting dan Jejakin yang membahas penerapan ESG serta penghitungan emisi karbon. Pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia, CV Karya Wahana Sentosa (KWaS Wooden Kitchenware), turut berbagi pengalaman menerapkan prinsip keberlanjutan, termasuk penggunaan bahan baku kayu bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC).

 

MR.D.I.Y. Indonesia juga menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui pelatihan digitalisasi dan keberlanjutan. Pada 2025, lebih dari 300 UMKM di tiga provinsi mengikuti program tersebut. Pada tahun yang sama, transaksi pembelian perusahaan dari pemasok lokal mencapai Rp949 miliar, didukung jaringan lebih dari 1.400 toko di Indonesia yang membantu produk lokal menjangkau pasar nasional.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya