Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 4
Perbesar
img-1
Pengembangan kentang industri, menurut dia, juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal.
Foto 2 / 4
Perbesar
img-2
Pengembangan kentang industri, menurut dia, juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal.
Foto 3 / 4
Perbesar
img-3
Pengembangan kentang industri, menurut dia, juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal.
Foto 4 / 4
Perbesar
img-4
Pengembangan kentang industri, menurut dia, juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Petani Garut Kembangkan Kentang Industri untuk Kebutuhan Pangan

Selasa 08 September 2026 22:50 WIB
A
A
A

JAKARTA Petani memanen kentang wilayah Jawa Barat, antara lain Lembang, Cisarua, dan Garut.

 

PepsiCo Indonesia melakukan panen kentang industri bersama petani binaan dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hasil panen tersebut akan digunakan sebagai salah satu bahan baku produksi keripik kentang Lay’s di pabrik PepsiCo Indonesia di Cikarang, Jawa Barat.

 

Pengembangan kentang industri di Jawa Barat telah berlangsung sejak 2024. Setelah penanaman perdana pada November 2025, petani mendapat pendampingan terkait teknik budidaya, penggunaan sarana produksi secara efisien, serta pemenuhan standar kualitas kentang untuk kebutuhan industri.

 

Director of Supply Chain PepsiCo Indonesia Ayok Nugroho mengatakan hasil panen tersebut akan diproses menjadi keripik kentang di pabrik Cikarang. Pengembangan kentang industri, menurut dia, juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat pemanfaatan bahan baku lokal.

 

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut Dedi, S.H., M.P., mengatakan pembinaan dan edukasi kepada petani membantu meningkatkan pengetahuan budidaya serta menyesuaikan kualitas hasil pertanian dengan kebutuhan industri. Melalui program Lay’s GrowerConnect, lebih dari 200 petani telah mendapatkan pelatihan mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemupukan, penggunaan pestisida, pengelolaan lahan hingga panen.

 

Selain pendampingan teknis, petani mendapat pemahaman mengenai standar kualitas kentang untuk kebutuhan industri sehingga hasil panen lokal memiliki peluang terserap sebagai bahan baku pengolahan pangan. Pengembangan kentang industri dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Barat, antara lain Lembang, Cisarua, dan Garut.

 

Pada 2025, enam perwakilan petani dan agregator dari Jawa Barat juga mengikuti kunjungan studi ke sentra pertanian kentang di Chiang Mai, Thailand, untuk mempelajari teknik budidaya dan peningkatan hasil panen. Program pengembangan kentang industri tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas petani sekaligus memperluas pemanfaatan hasil pertanian lokal.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya