Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 4
Perbesar
img-1
Para panelis menekankan pentingnya kesiapan peserta menghadapi berbagai situasi, baik saat mempresentasikan gagasan maupun ketika terjun langsung ke desa.
Foto 2 / 4
Perbesar
img-2
Ilmuwan dan wirausahawan sosial Tri Mumpuni, Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, serta Entertainer dan Sociopreneur Cinta Laura menjadi panelis pada babak final Genera-Z Berbakti 2026 di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Foto 3 / 4
Perbesar
img-3
Para panelis menekankan pentingnya kesiapan peserta menghadapi berbagai situasi, baik saat mempresentasikan gagasan maupun ketika terjun langsung ke desa.
Foto 4 / 4
Perbesar
img-4
Para panelis menekankan pentingnya kesiapan peserta menghadapi berbagai situasi, baik saat mempresentasikan gagasan maupun ketika terjun langsung ke desa.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Final Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa Siapkan Solusi untuk Desa Wisata

Senin 20 Juli 2026 20:47 WIB
A
A
A

JAKARTA - (Kiri ke kanan) Ilmuwan dan wirausahawan sosial Tri Mumpuni, Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, serta Entertainer dan Sociopreneur Cinta Laura menjadi panelis pada babak final Genera-Z Berbakti 2026 di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

 
Para panelis menekankan pentingnya kesiapan peserta menghadapi berbagai situasi, baik saat mempresentasikan gagasan maupun ketika terjun langsung ke desa. Menurut mereka, peserta perlu memiliki pemahaman yang baik, ketahanan, ketangguhan, serta integritas untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
 
Babak final Genera-Z Berbakti 2026, program call for proposal Bakti BCA bagi mahasiswa, telah menghasilkan empat tim terbaik yang akan mengimplementasikan gagasan mereka di empat desa wisata binaan Bakti BCA.
 
Pada sesi final, panelis Entertainer dan Sociopreneur Cinta Laura mengingatkan para peserta agar siap menghadapi berbagai situasi, baik saat mempresentasikan ide maupun ketika terjun langsung ke masyarakat. Menurutnya, setiap anggota tim harus memahami materi yang dipresentasikan, mampu menyederhanakan ide yang kompleks, serta memiliki kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi pertanyaan yang tidak terduga.
 
Babak puncak mempertemukan tim dari Universitas Indonesia (UI) dan BINUS University yang memperebutkan kesempatan mengimplementasikan program di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon. Kedua tim menawarkan pendekatan berbeda untuk mengembangkan potensi desa, mulai dari penguatan pariwisata, ekonomi lokal, hingga pelestarian budaya. Meski mengaku sempat gugup, para finalis menilai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan memecahkan persoalan masyarakat.
 
Sementara itu, ilmuwan dan wirausahawan sosial Tri Mumpuni menegaskan bahwa keberhasilan program pengabdian tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan, tetapi juga kemampuan mahasiswa memahami pembangunan berbasis masyarakat. Ia menilai peserta perlu memiliki kompetensi, keikhlasan, ketahanan, ketangguhan, dan integritas agar mampu memberikan dampak nyata di lapangan.
 
Dari delapan finalis, empat tim terpilih akan menjalankan program di Desa Wisata Kreatif Terong (Belitung), Desa Wisata Situs Gunung Padang (Cianjur), Desa Wisata Patakbanteng (Wonosobo), dan Desa Wisata Kakaskasen Dua (Tomohon). EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap seluruh gagasan yang telah disusun dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya