Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Melalui metode pembelajaran di luar kelas, Linda mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar, seperti berbagai jenis daun, untuk mendorong mereka bertanya, berdiskusi, dan menemukan jawaban secara mandiri.
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Melalui metode pembelajaran di luar kelas, Linda mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar, seperti berbagai jenis daun, untuk mendorong mereka bertanya, berdiskusi, dan menemukan jawaban secara mandiri.
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Melalui metode pembelajaran di luar kelas, Linda mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar, seperti berbagai jenis daun, untuk mendorong mereka bertanya, berdiskusi, dan menemukan jawaban secara mandiri.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Pembelajaran Sains di Luar Kelas Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Jum'at 03 Juli 2026 10:49 WIB
A
A
A
Guru-guru di Bengkulu menerapkan pendekatan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu siswa dalam belajar sains. Melalui metode pembelajaran di luar kelas, Linda mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar, seperti berbagai jenis daun, untuk mendorong mereka bertanya, berdiskusi, dan menemukan jawaban secara mandiri.
 
Menurut Linda, metode pembelajaran konvensional yang hanya mengandalkan hafalan kerap membuat siswa cepat bosan. Karena itu, ia menerapkan pendekatan belajar yang lebih interaktif melalui konsep sederhana yang disebut ABCDE, yaitu Amati, Bertanya, Cari, Diskusi, dan Evaluasi. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan rasa ingin tahu dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
 
Linda merupakan bagian dari komunitas Science Heroes di Bengkulu, yang berkembang melalui program Sekolah Bakti BCA. Program yang dijalankan oleh Bakti BCA ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik serta pengembangan sekolah secara holistik.
 
Saat ini terdapat empat Sekolah Bakti BCA di Bengkulu, yaitu SDN 61, SDN 73, SDN 40, dan SDN 36. Hingga 2025, program Sekolah Bakti BCA telah menjangkau 32 sekolah di berbagai daerah, termasuk Lampung, Banten, Gunung Kidul, Banyuwangi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya.
 
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa Sekolah Bakti BCA bertujuan membangun sekolah yang unggul dalam karakter, sains, dan teknologi. Melalui program ini, BCA berharap dapat mendukung lahirnya generasi muda yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya