Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 4
Perbesar
img-1
Kornelius Ndapakamang, melakukan demo dan workshop teknik pewarnaan merah dan biru yang merupakan warna khas Sumba sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
Foto 2 / 4
Perbesar
img-2
Dalam kegiatan tersebut, Bakti BCA menghadirkan local champion asal Sumba Timur, Kornelius Ndapakamang, untuk menggelar demo dan workshop teknik pewarnaan alami khas Sumba.
Foto 3 / 4
Perbesar
img-3
Dalam kegiatan tersebut, Bakti BCA menghadirkan local champion asal Sumba Timur, Kornelius Ndapakamang, untuk menggelar demo dan workshop teknik pewarnaan alami khas Sumba.
Foto 4 / 4
Perbesar
img-4
Kornelius Ndapakamang, melakukan demo dan workshop teknik pewarnaan merah dan biru yang merupakan warna khas Sumba sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Tenun Pewarna Alami Asal Indonesia Menembus ke Pameran Amsterdam

Rabu 29 April 2026 21:51 WIB
A
A
A
Local champion binaan Bakti BCA, Kornelius Ndapakamang, melakukan demo dan workshop teknik pewarnaan merah dan biru yang merupakan warna khas Sumba sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.
 
Produk tenun dengan pewarna alami binaan Bakti BCA menembus pasar internasional melalui ajang Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam, Belanda, yang berlangsung pada 24 April hingga 15 September 2026. Pameran ini menjadi sarana memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan wastra ramah lingkungan kepada diaspora dan pelaku ekonomi kreatif global.
 
Dalam kegiatan tersebut, Bakti BCA menghadirkan local champion asal Sumba Timur, Kornelius Ndapakamang, untuk menggelar demo dan workshop teknik pewarnaan alami khas Sumba. Ia menyebut dukungan yang diberikan telah membuka akses pasar lebih luas bagi penenun. “Kami bersyukur dan berterimakasih kepada Bakti BCA karena telah memasarkan tenun warna alam selain di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya.
 
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung ekosistem tenun seiring meningkatnya tren ecofashion. “Kami berharap pameran ini dapat menciptakan peluang melestarikan budaya, memperluas jangkauan bisnis, mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta menjaga kelestarian lingkungan daerah,” kata Hera.
 
Program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA yang telah berjalan di sejumlah daerah juga berdampak pada peningkatan ekonomi penenun. Sepanjang 2025, tambahan penghasilan tercatat lebih dari Rp367 juta atau tumbuh 34 persen secara tahunan, seiring meningkatnya minat terhadap produk fesyen ramah lingkungan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya