Quba Pop Up Resto Ramadhan 2026, The Tribrata Jakarta Hadirkan Puluhan Menu Live Cooking
Jum'at 20 Februari 2026 21:44 WIB
A
A
A
JAKARTA - Senja merayap pelan di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, saat cahaya lampu dekoratif mulai menyala lembut di pelataran lantai dua. Aroma rempah dari deretan live cooking station yang menghadirkan hidangan Indonesia, Asia, hingga Timur Tengah merebak dan menggoda selera. Musik bernuansa Timur Tengah hangat mengalun, menyambut langkah para tamu yang memasuki Aria Ballroom & Terrace The Tribrata Hotel & Convention Center, lokasi Quba Pop-Up Resto Ramadan 2026 - Your Ramadan Heavenly Flavors. Inilah pengalaman iftar yang dirancang bukan sekadar berbuka puasa, melainkan perayaan rasa dan kebersamaan.
Tahun ini, restoran berkonsep all you can eat tersebut hadir dengan skala lebih besar melalui tema “Habibi Come to Quba”, sekaligus menandai delapan tahun eksistensinya sebagai destinasi berbuka puasa premium di Jakarta. Tema tersebut diterjemahkan dalam lebih dari 70 pilihan hidangan iftar yang tersaji bebas, menghadirkan perjalanan kuliner lintas budaya.
Ragam menu terbentang luas: takjil klasik seperti kolak, bubur, dan aneka es tradisional; hidangan Nusantara seperti nasi liwet solo, soto mi bogor, nasi goreng, bakwan malang, serta beragam sate; hingga menu khas Timur Tengah seperti nasi mandi, martabak mesir, kebuli kambing, dan kabsah berbumbu rempah. Pilihan internasional turut meramaikan, mulai dari teppan Jepang, ramen, sushi, hingga dessert berupa slice cake, pastry, serta minuman dingin-hangat yang menyempurnakan pengalaman berbuka secara menyeluruh.
Di salah satu sudut teras, area beverages menjadi magnet tersendiri. Barista dan bartender bekerja cekatan meracik jus segar, kopi, serta minuman tradisional. Kelapa muda tertata rapi di rak, sementara jeruk, tebu, dan botol sirup berwarna-warni memenuhi meja bar marmer. Secangkir kopi panas dituangkan perlahan dari teko kecil ke cangkir mungil, sementara di sisi lain bubuk kopi dimasak di wajan logam teknik khas kopi Turki yang dimasak bersama air dan gula hingga menghasilkan buih tebal. Aroma pahit yang pekat langsung menguar, menghadirkan sensasi hangat yang khas sebelum waktu berbuka.
Tidak hanya teras, ruang indoor pun dipenuhi stall makanan dan meja panjang yang tersusun rapi. Lentera kecil serta cahaya lilin di setiap meja makan menghadirkan suasana hangat, intim, sekaligus meriah seolah mengajak setiap tamu menikmati Ramadan dalam nuansa kebersamaan yang akrab.
Acara pembukaan digelar pada Senin (16/2/2026) sebagai soft opening sebelum operasional penuh selama Ramadan. Panggung utama tampil megah dengan balutan drapery biru dan putih membentuk kanopi bergelombang di langit-langit, memantulkan cahaya lampu sorot bernuansa hangat. Ornamen lengkung ala mihrab, lentera gantung keemasan, pilar bermotif geometris, serta dedaunan artifisial menciptakan kesan oasis Timur Tengah yang elegan.
Di tengah ruangan, karpet klasik menjadi pusat pertunjukan. Musik sufi mengalun dari panggung, mengiringi tarian Tanoura tradisi berputar yang berkembang di Mesir dan Turki. Penari dengan rok berlapis warna terang berputar cepat membentuk lingkaran dinamis, sementara cahaya lampu menciptakan efek visual dramatis yang memikat mata dan membangun atmosfer magis di ruang makan eksklusif.
Menjelang azan, perhatian tamu beralih ke area live cooking. Chef selebritas Chef Muto tampil memukau dengan atraksi memasak ayam bakar saus wijen dan daging bakar saus wijen langsung di hadapan hadirin. Ia memainkan spatula, membalik wajan, hingga mengangkat alat masak tinggi di atas api panggangan dengan gerakan cepat dan akrobatik. Sesekali api membumbung, memancing tepuk tangan meriah. Aroma wijen yang dipanggang berpadu dengan kilau saus pada daging panas, menjadikan proses memasak sebagai tontonan sekaligus pengalaman sensorik yang sulit dilupakan.
General Manager The Tribrata, Ferri Irawan, menegaskan Quba bukan sekadar tempat makan. “Kami ingin Quba menjadi pengalaman berbuka yang tidak hanya nikmat, tetapi juga menyatukan keluarga, teman, dan komunitas dalam suasana kebersamaan Ramadan,” ujarnya. Ketika azan magrib berkumandang, tamu mulai mengambil hidangan, berbincang hangat, dan mengabadikan momen bersama sebuah pemandangan yang menegaskan makna berbuka sebagai ruang sosial yang hidup.
Menurut Director of Sales & Marketing The Tribrata, Marina Wirasanti, fokus Quba 2026 pada kualitas pengalaman pelanggan melalui sajian lintas benua. ”Kami menghadirkan lebih dari 70 hidangan autentik untuk memastikan nilai terbaik bagi setiap tamu,” katanya. Sementara itu, Head of Brand & Marketing Communications The Tribrata, Ressa Maulani, menyoroti kekuatan emosional tema tahun ini.”Dengan tema ‘Habibi Come to Quba’, kami ingin setiap pelanggan merasa seperti tamu kehormatan yang pulang ke rumah penuh keberkahan,” ungkapnya.
Untuk publik, Quba Pop-Up Resto 2026 beroperasi mulai 18 Februari hingga 18 Maret 2026 setiap pukul 17.00–21.00 WIB. Paket berbuka ditawarkan sekitar Rp368.000 nett per orang dengan konsep all you can eat. Tersedia pula “The Blissful of Ramadan Package” yang mencakup menginap satu malam di hotel bintang lima Sutasoma, berbuka di Quba, sahur atau sarapan, serta diskon fasilitas hotel opsi staycation Ramadan yang dirancang lengkap.
Dengan perpaduan menu melimpah, pertunjukan budaya, hingga live cooking atraktif, Quba bukan hanya menghadirkan santap malam, melainkan pengalaman iftar yang utuh. Dari aroma dapur hingga cahaya lentera, semuanya seolah mengundang siapa pun untuk datang, merasakan, dan menjadikan momen berbuka sebagai perayaan yang layak dikenang.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya