Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 ini menjadi momentum pemaparan capaian satu tahun pendampingan terhadap 12 Bank Sampah Unit (BSU).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 ini menjadi momentum pemaparan capaian satu tahun pendampingan terhadap 12 Bank Sampah Unit (BSU).
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 ini menjadi momentum pemaparan capaian satu tahun pendampingan terhadap 12 Bank Sampah Unit (BSU).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 ini menjadi momentum pemaparan capaian satu tahun pendampingan terhadap 12 Bank Sampah Unit (BSU).
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 ini menjadi momentum pemaparan capaian satu tahun pendampingan terhadap 12 Bank Sampah Unit (BSU).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

HPSN 2026: Sinergi Pemerintah dan Swasta Kembangkan Bank Sampah Berbasis Komunitas

Kamis 12 Februari 2026 23:44 WIB
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup RI Rasio Ridho Sani (kiri-tengah), Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia Lucia Karina (kanan-tengah), perwakilan PT Sirkular Saka Indonesia selaku mitra pelaksana, serta perwakilan pemerintah, komunitas, dan pengurus Bank Sampah Kelurahan Cipinang Melayu melakukan serah terima simbolis dukungan pendampingan bank sampah pada Festival Bank Sampah di Jakarta Timur, Rabu (12/2/2026).
 
Kegiatan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 ini menjadi momentum pemaparan capaian satu tahun pendampingan terhadap 12 Bank Sampah Unit (BSU). Berdasarkan data SIPSN, timbulan sampah nasional pada 2025 mencapai 21,65 juta ton dan baru sekitar 35 persen yang terkelola, sehingga penguatan kapasitas bank sampah berbasis komunitas dinilai krusial.
 
“Inisiatif berbasis komunitas seperti bank sampah sangat penting karena membantu menyelesaikan persoalan di tingkat paling bawah,” ujar Rasio. Lucia Karina menambahkan, kolaborasi lintas sektor mendorong bank sampah berkembang dari sekadar titik kumpul menjadi pusat ekonomi sirkular. Selama satu tahun, program ini berhasil mengelola lebih dari 80 ton sampah dan memperkuat operasional 12 BSU melalui pelatihan serta dukungan infrastruktur.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya