Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Perajin dari kelompok wanita tani (KWT) Pulau Koto menyelesaikan pembuatan tas di rumahnya yang berada dalam kawasan suaka margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling (SM BRBB) Desa Batu Sanggan, Kampar, Riau, Kamis (12/12/2024).
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Perajin dari kelompok wanita tani (KWT) Pulau Koto menyelesaikan pembuatan tas di rumahnya yang berada dalam kawasan suaka margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling (SM BRBB) Desa Batu Sanggan, Kampar, Riau, Kamis (12/12/2024).
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Perajin dari kelompok wanita tani (KWT) Pulau Koto menyelesaikan pembuatan tas di rumahnya yang berada dalam kawasan suaka margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling (SM BRBB) Desa Batu Sanggan, Kampar, Riau, Kamis (12/12/2024).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Kreativitas di Tengah Tantangan, Perajin KWT Pulau Koto Kembangkan Produk HHBK

Jum'at 13 Desember 2024 13:07 WIB
A
A
A

RIAU - Perajin dari kelompok wanita tani (KWT) Pulau Koto menyelesaikan pembuatan tas di rumahnya yang berada dalam kawasan suaka margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling (SM BRBB) Desa Batu Sanggan, Kampar, Riau, Kamis (12/12/2024). Perajin KWT Pulau Koto yang resmi terbentuk pada 2020 dan berhasil memproduksi beberapa produk kerajinan dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di antaranya tikar rumbai, sandal, dan gantungan kunci dengan harga jual mulai Rp15 ribu sampai Rp750 ribu per buah itu mengaku mulai mengalami kendala penjualan karena jauhnya jarak tempuh dengan desa sekitar dan pusat pemerintahan Kabupaten Kampar.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya