Menko Airlangga Dorong Akselerasi Pemerataan Pembangunan dan Penyaluran KUR
Jum'at 23 Juni 2023 15:56 WIB
A
A
A
Terciptanya konektivitas antar wilayah melalui pemerataan pembangunan infrastruktur terus menjadi wujud komitmen Pemerintah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Pembangunan sarana dan prasarana penunjang juga diharapkan akan mampu memperlancar distribusi logistik antar daerah, serta menciptakan multiplier efek yang secara nyata dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Guna turut memastikan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turun langsung meninjau progres pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat, Jumat (23/6/2023). Jalan tol tersebut nantinya juga akan menjadi penghubung menuju Bandara Kertajati yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah selesai dibangun.
“PSN salah satunya selain jalan tol juga ada 7 bendungan. Kemudian juga beberapa proyek lain termasuk pengembangan kawasan-kawasan. Pelabuhan patimban juga terus didorong, karena Jawa Barat ini, daerah Rebana ini, merupakan daerah industri otomotif dan sekaligus pertanian,” ungkap Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menko Airlangga yang juga didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melihat langsung perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu yang rencananya akan terbentang sepanjang 61,75 km serta akan
menghubungkan Cileunyi menuju Dawuan, yang akan menjadi akses utama menuju Bandara Kertajati di Majalengka. Selain mempercepat waktu tempuh menuju Bandara Kertajati menjadi hanya sekitar 1 jam, jalan tol yang telah selesai sebagian ini akan menjadi salah satu jalan tol dengan pemandangan yang indah dengan menyuguhkan panorama Gunung Tampomas dan Gunung Manglayang, serta memiliki keunikan lain yaitu sebagai jalan tol pertama yang memiliki Twin Tunnel.
Selain itu, Jalan Tol Cisumdawu juga telah menerapkan salah satu inovasi teknologi khusus dan canggih, yakni menggunakan Geofoam EPS dalam pembangunannya. Geofoam EPS memiliki bobot yang ringan sehingga mengurangi risiko longsor apabila digunakan untuk menangani lapisan tanah yang labil dan berair pada Seksi 5A, dibandingkan dengan penggunaan timbunan atau urukan tanah biasa.
(Foto: Dok Kemenko Perekonomian) (hru)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya