Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Sandiaga Uno bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Uzbekistan Ozodbek Nazarbekov Ahmadovich.
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Sandiaga Uno bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Uzbekistan Ozodbek Nazarbekov Ahmadovich.
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Sandiaga Uno bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Uzbekistan Ozodbek Nazarbekov Ahmadovich.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Menteri Pariwisata Uzbekistan Dihadiahi Kopiah Khas Indonesia oleh Sandiaga Uno

A
A
A

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Uzbekistan Ozodbek Nazarbekov Ahmadovich di Kementrian Uzbek Tashkent saling bertukar topi sebagai tanda peningkatan kerja sama bilateral antar dua negara dalam bidang pariwisata.

 

Hal tersebut diungkapkan Sandiaga Uno usai bertemu dengan Ozodbek, Selasa (6/6/2023). 

 

Dalam kesempatan itu Sandiaga Uno memberikan kopiah khas Indonesia kepada Menteri Pariwisata Uzbekistan tersebut. Sebaliknya, Ozodbek juga memberikan Sandiaga Uno sebuah topi khas Uzbekistan.

 

"Alhamdulillah tadi kita sudah menyelesaikan pertemuan bilateral dengan Menteri Pariwisata Uzbekistan didampingi pak Dubes dan pak Deputi serta pak Direktur," ujar Sandiaga Uno.

 

Ia mengungkapkan ada sejumlah rencana kerja sama yang disepakati antara kedua belah negara baik Indonesia maupun Uzbekistan.

 

"Kami menyepakati bahwa beberapa rencana kerja ke depan yang paling dirasa penting adalah menghidupkan kembali semangat persahabatan antara Uzbekistan dan Indonesia yang digelorakan oleh Presiden pertama kita, bapak proklamator kita yaitu bung Karno," kata Sandiaga Uno.

 

Salah satu kerja sama tersebut kata Sandiaga Uno adalah pembuatan prasasti Presiden RI pertama Indonesia yakni Soekarno di salah satu masjid yang sempat disinggahi Bung Karno.

 

"Salah satu tadi yang saya titipkan adalah keinginan untuk membuat satu momentum sebuah tanda prasasti dimana Masjid dimana Bung Karno di Tilla Shayx yang didirikan pada 1902. Pada tahun 1956 Bung Karno singgah dan sembahyang disana," ungkap Sandiaga Uno.

 

Kisah Soekarno tersebut kata Sandiaga Uno menjadi bukti eratnya persahabatan Indonesia dengan sejumlah negara Eropa Timur. Jejak peninggalan Soekarno itu diharapkan Sandiaga dapat diabadikan lewat sebuah prasasti sang Proklamator.

 

"Ini mesjid tempat bapak Proklamasi, Soekarno pernah salat ketika berkunjung ke Uni Soviet. Di Masjid ini, bapak Soekarno menginisiasi pencarian makam Iman Bukhori yang akhirnya ditemukan di Samarkhan, Uzbekistan," lanjutnya.

 

Oleh karena itu, Menparekraf berharap Pemerintah Uzbekistan dapat membangun sebuah prasasti bagi sang proklamator Indonesia di komplek masjid tersebut.

 

"Saya meminta bantuan kepada pak Dubes dan bapak Wapres yang rencananya akan datang ke Uzbekistan beberapa minggu ke depan untuk membuat prasasti Sang Presiden, sebagai salah satu jejak Bung Karno yang waktu itu mengunjungi Uni Soviet," tambah Sandiaga Uno.

 

Sandiaga Uno menyebutkan hal tersebut direspon positif oleh Menteri Pariwisata Uzbekistan.

 

"Dan tadi saya sempat bicarakan dengan Menteri Pariwisata, beliau sepakat untuk memfasilitasi agar semangat itu tetap ada. Yang kedua tentunya berkaitan dengan pertukaran budaya dan juga pariwisata termasuk juga produk-produk ekonomi kreatif," jelas Sandiaga Uno.

 

Sandiaga Uno juga mengungkapkan jalinan kerja sama khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Uzbekistan akan semakin ditingkatkan ke depan.

 

"Dan bagaimana wisata religi dimana Indonesia sekarang menjadi destinasi pariwisata halal di dunia bisa mengembangkan kerjasama dengan Uzbekistan. Pak Dubes mungkin ada tambahan," pungkas Sandiaga Uno.

 

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan merangkap Republik Kyrgyzstan, Sunaryo Kartadinata menyebutkan kunjungan Sandiaga Uno tersebut sungguh memberikan dorongan bagi pihaknya di KBRI Tashkent untuk meningkatkan dalam konteks pariwisata atau kunjungan dari Uzbekistan ke Indonesia.

 

"Dan tentu di sisi lain tentu nilai-nilai historis tadi ini juga bisa mengindahkan hubungan kita dengan Uzbekistan. Insya Allah KBRI akan menindaklanjuti termasuk juga persiapan-persiapan untuk UN WTO pada bulan Oktober yang akan datang," ujar Sunaryo.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya