Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Sekitar 40 buah bangkai mobil milik salah satu show room mobil di Jakarta, Jumat (15/5/1998), setelah dibakar massa, Kamis (14/5/1998).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Rombongan Polisi Militer Kodam Jaya memeriksa kondisi empat jenasah mahasiswa korban kerusuhan aksi unjuk rasa di Universitas Trisakti (12/5/1998).
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Sebanyak 113 jenazah korban kerusuhan terbakar di dalam gedung pertokoan di Jakarta dan Tanggerang dikebumikan secara massal sebanyak itu karena sudah tidak dapat dikenali lagi di Jakarta, Senin (18/5/1998).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Mahasiswa meluber hingga ke kubah Grahasabha Paripurna ketika menggelar unjuk rasa yang menuntut reformasi menyeluruh, Selasa (19/5/1998).
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Suasana kegembiraan meliputi kalangan mahasiswa di depan pesawat televisi di gedung MPR/DPR RI ketika Presiden Soeharto menyatakan berhenti.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

25 Tahun Reformasi dari Lengsernya Soeharto hingga Kerusuhan di Bulan Mei Tahun 1998

Sabtu 13 Mei 2023 13:38 WIB
A
A
A

ARSIP FOTO: Suasana kegembiraan meliputi kalangan mahasiswa di depan pesawat televisi di gedung MPR/DPR RI ketika Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai presiden RI, di Jakarta, Kamis (21/5/1998). Wapres BJ Habibie selanjutnya menjadi presiden ketiga RI. 

 

(ANTARA FOTO/Saptono/RF02/hp/asf/hp) (hru)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya