Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 9
Perbesar
img-1
Foto 2 / 9
Perbesar
img-2
Foto 3 / 9
Perbesar
img-3
Foto 4 / 9
Perbesar
img-4
Foto 5 / 9
Perbesar
img-5
Foto 6 / 9
Perbesar
img-6
Foto 7 / 9
Perbesar
img-7
Foto 8 / 9
Perbesar
img-8
Foto 9 / 9
Perbesar
img-9
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Perajin Batik Khas Minang Gunakan Kulit Jengkol sebagai Pewarna

Sabtu 27 November 2021 11:26 WIB
A
A
A

Perajin menjemur batik di rumah produksi batik tanah liek Ayesha di Padang, Sumatera Barat, Jumat(26/11/2021). Tak banyak yang tahu kalau Jengkol tak hanya dikonsumsi sebagai makanan saja. Di Padang, Sumatera Barat, UMKM Binaan PT Semen Padang (Semen Indonesia Group) Kain dan Batik Tanah Liek Ayesha menggunakan kulit jengkol sebagai pewarna, selain kulit manggis, gambir dan tanah liat, sebagai bahan yang digunakan untuk mewarnai batik. Jangan khawatir, batik ini tidak berbau tidak sedap seperti buah jengkol. Hasilnya pun luar biasa indah layaknya batik-batik yang ada di Indonesia. Batik khas Minang dengan motif Minang ini dijual dari harga Rp250 ribu hingga Rp5 juta tergantung tingkat kesulitan dan bahan baku. 

 

(FOTO : OKEZONE/ARIF JULIANTO)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya