Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Direktur Srikandi Lestari Sumatera Utara Mimi Surbakti memberikan pemaparannya pada rilis laporan hasil analisis mengenai kebutuhan listrik di Sumatera Utara dan dampak rencana PLTA Batang Toru.
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Peneliti tambang dan energi Auriga Iqbal Damanik memberikan pemaparannya pada rilis laporan hasil analisis mengenai kebutuhan listrik di Sumatera Utara dan dampak rencana PLTA Batang Toru.
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Principal Brown Brothers Energy and Environment Davin Brown hadir pada rilis laporan hasil analisis mengenai kebutuhan listrik di Sumatera Utara dan dampak rencana PLTA Batang Toru.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Analisis Kebutuhan Listrik & Dampak bagi Ekosistem Lokal

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
Rilis laporan hasil analisis mengenai kebutuhan listrik di Sumatera Utara dan dampak rencana PLTA Batang Toru, di Jakarta, Rabu 22 Januari 2020. 
 
Laporan tersebut menyampaikan, proyek pembangkit listrik tenaga air yang direncanakan dibangun di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tersebut bukan hanya tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan listrik Indonesia atau Sumatera Utara di masa depan, tetapi juga mengancam ekosistem lokal serta orangutan Tapanuli yang terancam kritis.
 
Acara ini dihadiri Peneliti tambang dan energi Auriga Iqbal Damanik, Direktur Srikandi Lestari Sumatera Utara Mimi Surbakti, inisiator pembangkit listrik berbasis rakyat Tri Mumpuni, dan Principal Brown Brothers Energy and Environment David Brown. 
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya