Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo. Sureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo. Sureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15).
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo. Sureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo. Sureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15).
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo. Sureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Setelah Melakukan Pementasan di 9 Negara, I La Galigo Akan Hadir di Jakarta

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dari kiri Textile Design & Costume Coordinator Airlangga Komara, Vice Chairwoman Martha Tilaar Group, Officials Cosmetics I La Galigo Wulan Tilaar, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian, Ketua Yayasan Bumi Purnati & Direktur Artistik I La Galigo Restu Kusumaningrum, Perwakilan Pemusik I La Galigo, Coach Movement Kristiono Soewardjo dan Satriani usai jumpa pers jelang pertunjukan karya musik-teater kelas dunia I La Galigo di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis 13 Juni 2019.  Didukung oleh  Bakti Budaya Djarum Foundation, Yayasan Bali Purnati bekerja sama denganCiputra Artpreneur mempersembahkan pertunjukan teater kelas dunia, Setelah melanglang buana ke sembilan negara dan 18 tahun telah berlalu, I La Galigo kembali hadir di Indonesia, pertunjukan akan berlangsung pada 3, 5, 6, dan 7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Theater. I La Galigo adalah sebuah pementasan musik-teater yang naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo.

 

Sureq Galigo adalah wiracarita mitos penciptaan suku Bugis (circa abad 13 dan 15) yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah, dan kemudian dituliskan dalam bentuk syair menggunakan bahasa Bugis dan huruf Bugis kuno. 

 

Dalam adaptasi naskah panggung ini, Sureq Galigo menjadi dasar dari sebuah kisah yang menggambarkan petualangan perjalanan, peperangan, kisah cinta terlarang, pernikahan yang rumit, dan pengkhianatan. Elemen-elemen ini dirangkai menjadi cerita besar yang begitu menarik, dinamis, dan ternyata masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern zaman sekarang.

 

 

 

<style type="text/css"> p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica; color: #454545} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica; color: #454545; min-height: 14.0px} p.p3 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px Helvetica; color: #454545} p.p4 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px Helvetica; color: #454545; min-height: 14.0px}</style> <style type="text/css"> p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica; color: #454545}
</style>
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya