Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 8
Perbesar
img-1
Wisatawan mengunjungi alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
Foto 2 / 8
Perbesar
img-2
Wisatawan menaiki sepeda hias atau odong-odong di alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
Foto 3 / 8
Perbesar
img-3
Wisatawan mengunjungi alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
Foto 4 / 8
Perbesar
img-4
Wisatawan mengunjungi alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
Foto 5 / 8
Perbesar
img-5
Wisatawan mengunjungi alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
Foto 6 / 8
Perbesar
img-6
Wisatawan bermain masangin dengan menutup mata di alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
Foto 7 / 8
Perbesar
img-7
Wisatawan bermain masangin dengan menutup mata di alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
Foto 8 / 8
Perbesar
img-8
Wisatawan menaiki sepeda hias atau odong-odong di alun-alun selatan Keraton Yogyakarta.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Libur Lebaran, Alun-Alun Selatan Yogyakarta Ramai Dikunjungi Wisatawan

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Berwisata ke alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta saat libur lebaran, Rabu 5 Juni 2019. Alun-alun Kidul yang biasa disingkat Alkid atau dalam Bahasa Indonesia berarti Alun-alun Selatan, merupakan wilayah bagian selatan dari Kraton Yogyakarta. Menjelang sore hingga malam hari, Alkid menjelma sebuah tempat rekreasi  yang tentunya sayang untuk dilewatkan. pada malam hari kawasan Alkid ini juga menjadi wisata bersepeda. yaitu sepeda hias yang dihiasi lampu warna warni atau biasa disebut odong-odong bagi pengunjung.

 

Pada bagian tengah alun-alun terdapat dua buah pohon beringin yang usianya cukup tua dan keduanya dibatasi oleh pagar benteng yang kokoh. Pohon Beringin ini pun menjadi sebuah obyek permainan yang menarik yaitu ritual laku masangin. Berawal dari kepercayaan masyarakat Yogyakarta tentang orang yang berhasil melewati kedua Pohon Beringin tersebut dengan menutup mata, maka akan dipermudah dalam meraih cita-citanya, maka saat ini banyak wisatawan yang menyempatkan waktu untuk berkunjung mencoba permainan tersebut. Saat ini masangin bukan lagi menjadi ritual, melainkan hanya sebatas permaian. 

 

Sejarahnya Alun-alun Kidul merupakan sasana latihan ketangkasan untuk para prajurit keraton. Halaman belakang istana Raja Jogja ini juga sarat akan cerita. Konon dibangunnya alun-alun ini agar bagian belakang Kraton nampak seperti bagian depan yang juga ditanami pohon beringin kembar. Hal ini bertujuan supaya keraton tidak terkesan membelakangi Laut Selatan yang dikuasai Ratu Kidul.

 

<style type="text/css"> p.p1 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica; color: #454545} p.p2 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica; color: #454545; min-height: 14.0px} p.p3 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px Helvetica; color: #454545} p.p4 {margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; font: 12.0px Helvetica; color: #454545; min-height: 14.0px}</style>
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya