Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Dalam pelaporan, lanjutnya keluarga pelapor juga bisa menjelaskan ciri fisik yang dimiliki oleh korban, misalnya tahi lalat, bekas luka, bekas operasi ataupun tato, untuk mempermudah proses identifikasi korban.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Dijelaskan Tasyono data tersebut dibutuhkan karena tim Inafis mencari data pembandingan melalui data e-KTP korban melalui server Mendagri dan Pusinafis Mabes Polri.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
"Sampai saat ini sudah ada 41 data sidik jari dari korban Lion Air, kita juga imbau kepada keluarga korban melaporkan data keluarganya untuk dapat membawa fotocopy KK atau KTP," ujarnya kepada awak media di Pos DVI Ante Mortem di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Tim Inafis yang dipimpin Kasi Identifikasi Dit Reskrimum Polda Babel Kompol Tasyono beserta Anggotanya di Posko Ante Mortem DVI, telah mendapatkan pembandingan sidik jari sebanyak 41 identitas korban Pesawat Lion Air JT-610.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Tim Inafis Polda Babel di Posko Ante Mortem DVI telah mendapatkan pembanding sidik jari sebanyak 41 korban serta identitas para korban untuk saat ini. Pihak keluarga diimbau melaporkan data keluarga yang menjadi korban dapat membawa fotocopy KK atau KTP korban.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Tim Inafis Polda Babel Catat 41 Sidik Jari Korban Lion Air JT-610

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Tim Inafis Polda Babel di Posko Ante Mortem DVI telah mendapatkan pembanding sidik jari sebanyak 41 korban serta identitas para korban untuk saat ini. Pihak keluarga diimbau melaporkan data keluarga yang menjadi korban dapat membawa fotocopy KK atau KTP korban.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya