Kembali
Share
https://digital.okezone.com/view/NaN/aN/aN/1/49040/menristekdikti-mohamad-nasir-bicara-mutu-pendidikan-di-tanah-air
Foto 1 / 10
Perbesar
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (lima kiri) foto bersama Pemimpin Redaksi Okezone M Budi Santosa (empat kiri) dan redaksi Okezone usai acara Special Dialog di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.
Foto 2 / 10
Perbesar
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai acara Special Dialog di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.
Foto 3 / 10
Perbesar
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai acara Special Dialog di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.
Foto 4 / 10
Perbesar
Menurut Mohamad Nasir mutu pendidikan di Indonesia masih rendah dibandingkan China.
Foto 5 / 10
Perbesar
Dalam kesempatan ini, Menristekdikti Mohamad Nasir menuturkan, perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 4.579, sedangkan di China 2.824 dengan 1,4 miliiar populasi penduduk.
Foto 6 / 10
Perbesar
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam acara Special Dialog di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.
Foto 7 / 10
Perbesar
Menurut Mohamad Nasir mutu pendidikan di Indonesia masih rendah dibandingkan China.
Foto 8 / 10
Perbesar
Dalam kesempatan ini, Menristekdikti Mohamad Nasir menuturkan, perguruan tinggi di Indonesia berjumlah 4.579, sedangkan di China 2.824 dengan 1,4 miliiar populasi penduduk.
Foto 9 / 10
Perbesar
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam acara Special Dialog di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.
Foto 10 / 10
Perbesar
Pemimpin Redaksi Okezone M Budi Santosa (kiri) memberikan cinderamata kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai acara Special Dialog di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta.
Advertisement
Menristekdikti Mohamad Nasir Bicara Mutu Pendidikan di Tanah Air
Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
Menurut Mohamad Nasir mutu pendidikan di Indonesia masih rendah dibandingkan China.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya