Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Dari kiri: Sabar Royani (Ketua Serikat Pekerja Container), Wahyu Trijaya (Ketua Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia), M Firmansyah (Sekjen SP JICT), Hazris Malsyah (Ketua SP JICT), Nova Hakim (Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia), Akbar Aziz (Ketua Serikat Pekerja Jasa Armada Indonesia) saat memberikan paparan soal buruknya kinerja terminal tersebut akhir-akhir ini di Jakarta, Minggu (14/1/2018).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Sekretaris Jenderal Serikat pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) M Firmansyah (ketiga kiri) menyampaikan paparan soal buruknya kinerja terminal tersebut akhir-akhir ini di Jakarta, Minggu (14/1/2018).
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Dari kiri: Wahyu Trijaya (Ketua Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia), M Firmansyah (Sekjen SP JICT), Hazris Malsyah (Ketua SP JICT), Nova Hakim (Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia), Akbar Aziz (Ketua Serikat Pekerja Jasa Armada Indonesia) saat memberikan paparan soal buruknya kinerja terminal tersebut akhir-akhir ini di Jakarta, Minggu (14/1/2018).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Dari kiri: Wahyu Trijaya (Ketua Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia), M Firmansyah (Sekjen SP JICT), Hazris Malsyah (Ketua SP JICT), Nova Hakim (Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia), Akbar Aziz (Ketua Serikat Pekerja Jasa Armada Indonesia) saat memberikan paparan soal buruknya kinerja terminal tersebut akhir-akhir ini di Jakarta, Minggu (14/1/2018).
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Dari kiri: Wahyu Trijaya (Ketua Serikat Pekerja Multi Terminal Indonesia), M Firmansyah (Sekjen SP JICT), Hazris Malsyah (Ketua SP JICT), Nova Hakim (Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia), Akbar Aziz (Ketua Serikat Pekerja Jasa Armada Indonesia) saat memberikan paparan soal buruknya kinerja terminal tersebut akhir-akhir ini di Jakarta, Minggu (14/1/2018).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Buruknya Kinerja Terminal Pelabuhan Akhir-Akhir Ini

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Hal ini disebabkan vendor baru Multi Tally Indonesia (MTI) yang tidak kompeten namun didukung Direksi JICT dan Pelindo II.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya