Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Kini Lanny tidak menggantungkan hidupnya dari persewaan buku. Ia menjual pulsa dan koran bekas yang sudah ia baca untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baginya, persewaan buku adalah ladang berbagi yang ia bisa lakukan, maka itu ia tetap bertahan.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Di era 80-90an, jumlah buku yang dipinjam di tempatnya berkisar antara 70-100 buku. Sedangkan saat ini rata-rata dalam sebulan hanya 10 buku yang dipinjam dengan harga sewa satu buku Rp 1.000 - Rp 6.000 per minggu.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Salah satu koleksinya yang paling lengkap adalah kisah silat karya Kho Ping Hoo. Buku ini banyak dipinjam di era 80an hingga 90an.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Berada di tengah hiruk pikuk Pasar Wage Purwokerto, Persewaan Buku Lucky yang ia kelola menyewakan sekitar 4.000 buku yang terdiri dari komik, novel, dan majalah.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Di tengah mudahnya mendapatkan informasi dari internet, Lanny Purnomo adalah salah seorang yang masih bertahan dengan taman penyewaan buku di Purwokerto. Setelah purna tugas menjadi pustakawan di Universitas Kristen Satya Wacana pada tahun 80an akhir, ia kembali ke Purwokerto dan membuka taman baca dari buku yang ia miliki.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Geliat Penyewaan Buku di Purwokerto yang Masih Bertahan

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Di tengah mudahnya mendapatkan informasi dari internet, Lanny Purnomo adalah salah seorang yang masih bertahan dengan taman penyewaan buku di Purwokerto.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya