Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Pengungsi Rohingya bernama Roshid Jan meneteskan air mata saat menceritakan kisah pilunya di Kamp Balukhali dekat Cox's Bazar, Bangladesh, belum lama ini. Roshid Jan menjadi janda dan harus menghidupi kelima anaknya setelah suaminya hilang dalam serangan tentara Myanmar. (REUTERS/Damir Sagolj)
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Pengungsi Rohingya bernama Zi Porbin (14) meneteskan air mata saat menceritakan kisah pilunya di Kamp Balukhali dekat Cox's Bazar, Bangladesh, belum lama ini. Zi Porbin menjadi seorang yatim piatu setelah ayahnya tewas dibunuh tentara Myanmar dan ibunya meninggal karena penyakit, dua tahun lalu. (REUTERS/Damir Sagolj)
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Pengungsi Rohingya bernama Aisha Begum (19) meneteskan air mata saat menceritakan kisah pilunya di Kamp Balukhali dekat Cox's Bazar, Bangladesh, belum lama ini. Aisha Begum harus menghidupi kedua anaknya setelah suaminya tewas dibunuh tentara Myanmar. (REUTERS/Damir Sagolj)
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Air Mata dan Kisah Pilu Wanita-Wanita Pengungsi Rohingya

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Sejumlah wanita pengungsi Rohingya meneteskan air mata saat menceritakan kisah pilu yang dialaminya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya