Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 2
Perbesar
img-1
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di samping tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/11/2017). Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pembengkakan nilai investasi pembangunan proyek LRT yang tadinya sebesar Rp26,7 triliun menjadi Rp31 triliun, masih belum final, dimana tambahan biaya tersebut disebabkan adanya rencana penambahan jumlah stasiun dan perubahan sistem persinyalan dari sebelumnya fixed block menjadi moving block.
Foto 2 / 2
Perbesar
img-2
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di samping tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/11/2017). Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pembengkakan nilai investasi pembangunan proyek LRT yang tadinya sebesar Rp26,7 triliun menjadi Rp31 triliun, masih belum final, dimana tambahan biaya tersebut disebabkan adanya rencana penambahan jumlah stasiun dan perubahan sistem persinyalan dari sebelumnya fixed block menjadi moving block.
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Nilai Investasi Pembangunan Proyek LRT JABODEBEK Membengkak hingga Rp31 Triliun

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pembengkakan nilai investasi pembangunan proyek LRT yang tadinya sebesar Rp26,7 triliun menjadi Rp31 triliun, masih belum final, dimana tambahan biaya tersebut disebabkan adanya rencana penambahan jumlah stasiun dan perubahan sistem persinyalan dari sebelumnya fixed block menjadi moving block.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya