Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Seorang pemecah batu mendapat upah Rp80.000-Rp150.000 untuk satu rit (satu muatan truk). Jika batunya tidak keras, mereka bisa memecahkan batu 4 rit dari pukul 06.00-17.00 WIB.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Saat ini, pemecah batu hanya diperbolehkan bekerja dengan cara tradisional untuk memecah batu. Hal tersebut disepakati oleh pemecah batu dan masyarakat agar tidak terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap alam di Gunung Tampomas.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Aktivitas penambangan batu mulai hadir di Gunung Tampomas pada tahun 83 menggunakan tekhnologi modern. Saat itu, batu yang diambil digunakan untuk pembangunan bendung gerak Kali Serayu.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Tahun 80-an Gunung Tampomas masih dikenal dengan nama Gunung Wadon atau Gunung Perempuan dalam bahasa Jawa ketika belum ada aktivitas penambangan batu.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Pemecah batu di Gunung Tampomas, Kabupaten Banjarnegara, sedang memecahkan batu dengan cara tradisional.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Kuatnya Pukulan dan Kerasnya Hidup Pemecah Batu Tradisional Gunung Tampomas Banjarnegara

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Pemecah batu di Gunung Tampomas, Kabupaten Banjarnegara, sedang memecahkan batu dengan cara tradisional.
 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya