Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 7
Perbesar
img-1
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidatonya terkait Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (19/9/2017). Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya. Seperti diketahui, situasi di negara bagian Rakhine telah menyebabkan lebih dari 400.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Foto 2 / 7
Perbesar
img-2
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidatonya terkait Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (19/9/2017). Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya. Seperti diketahui, situasi di negara bagian Rakhine telah menyebabkan lebih dari 400.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Foto 3 / 7
Perbesar
img-3
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidatonya terkait Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (19/9/2017). Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya. Seperti diketahui, situasi di negara bagian Rakhine telah menyebabkan lebih dari 400.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Foto 4 / 7
Perbesar
img-4
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi berjalan usai menyampaikan pidatonya terkait Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (19/9/2017). Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya. Seperti diketahui, situasi di negara bagian Rakhine telah menyebabkan lebih dari 400.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Foto 5 / 7
Perbesar
img-5
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidatonya terkait Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (19/9/2017). Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya. Seperti diketahui, situasi di negara bagian Rakhine telah menyebabkan lebih dari 400.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Foto 6 / 7
Perbesar
img-6
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidatonya terkait Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (19/9/2017). Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya. Seperti diketahui, situasi di negara bagian Rakhine telah menyebabkan lebih dari 400.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Foto 7 / 7
Perbesar
img-7
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyampaikan pidatonya terkait Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (19/9/2017). Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya. Seperti diketahui, situasi di negara bagian Rakhine telah menyebabkan lebih dari 400.000 pengungsi Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Aung San Suu Kyi: Myanmar Tak Takut Kecaman Dunia Terkait Rohingya

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dalam pidatonya, Aung San Suu Kyi menegaskan Myanmar tidak takut kecaman internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya