Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Sejumlah warga antre untuk mendapatkan air bersih di Bondowoso, Jawa Barat. Kekeringan yang melanda masyarakat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saat ini, sesungguhnya bukan sesuatu hal yang baru. Hampir setiap tahun berulang, bahkan saat musim kemarau normal seperti tahun 2017 ini. Apalagi terjadi saat kemarau panjang akibat pengaruh El Nino seperti tahun 1997, 2002 dan 2015 yang menyebabkan kekeringan meluas.Upaya jangka panjang juga dilakukan.?Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, reboisasi dan penghijauan, pengelolaan DAS terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air. (Sutopo Purwo Nugroho Dosen Pascasarjana Prodi Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia)
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Kekeringan yang melanda masyarakat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saat ini, sesungguhnya bukan sesuatu hal yang baru. Hampir setiap tahun berulang, bahkan saat musim kemarau normal seperti tahun 2017 ini. Apalagi terjadi saat kemarau panjang akibat pengaruh El Nino seperti tahun 1997, 2002 dan 2015 yang menyebabkan kekeringan meluas.Upaya jangka panjang juga dilakukan.?Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, reboisasi dan penghijauan, pengelolaan DAS terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air. (Sutopo Purwo Nugroho Dosen Pascasarjana Prodi Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia)
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Kekeringan yang melanda masyarakat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saat ini, sesungguhnya bukan sesuatu hal yang baru. Hampir setiap tahun berulang, bahkan saat musim kemarau normal seperti tahun 2017 ini. Apalagi terjadi saat kemarau panjang akibat pengaruh El Nino seperti tahun 1997, 2002 dan 2015 yang menyebabkan kekeringan meluas.Upaya jangka panjang juga dilakukan.?Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, reboisasi dan penghijauan, pengelolaan DAS terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air. (Sutopo Purwo Nugroho Dosen Pascasarjana Prodi Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia)
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Kekeringan yang melanda masyarakat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saat ini, sesungguhnya bukan sesuatu hal yang baru. Hampir setiap tahun berulang, bahkan saat musim kemarau normal seperti tahun 2017 ini. Apalagi terjadi saat kemarau panjang akibat pengaruh El Nino seperti tahun 1997, 2002 dan 2015 yang menyebabkan kekeringan meluas.Upaya jangka panjang juga dilakukan.?Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, reboisasi dan penghijauan, pengelolaan DAS terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air. (Sutopo Purwo Nugroho Dosen Pascasarjana Prodi Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia)
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Sejumlah warga antre untuk mendapatkan air bersih di Bekasi, Jawa Barat. Kekeringan yang melanda masyarakat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saat ini, sesungguhnya bukan sesuatu hal yang baru. Hampir setiap tahun berulang, bahkan saat musim kemarau normal seperti tahun 2017 ini. Apalagi terjadi saat kemarau panjang akibat pengaruh El Nino seperti tahun 1997, 2002 dan 2015 yang menyebabkan kekeringan meluas. Upaya jangka panjang juga dilakukan.?Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, reboisasi dan penghijauan, pengelolaan DAS terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air. (Sutopo Purwo Nugroho Dosen Pascasarjana Prodi Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia)
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Sejumlah warga antre untuk mendapatkan air bersih di Bekasi, Jawa Barat. Kekeringan yang melanda masyarakat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saat ini, sesungguhnya bukan sesuatu hal yang baru. Hampir setiap tahun berulang, bahkan saat musim kemarau normal seperti tahun 2017 ini. Apalagi terjadi saat kemarau panjang akibat pengaruh El Nino seperti tahun 1997, 2002 dan 2015 yang menyebabkan kekeringan meluas. Upaya jangka panjang juga dilakukan.?Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, reboisasi dan penghijauan, pengelolaan DAS terpadu, pembangunan bendung dan waduk, revitalisasi embung dan saluran irigasi, konservasi tanah dan air. (Sutopo Purwo Nugroho Dosen Pascasarjana Prodi Studi Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia)
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Perlu Peningkatan dan Perbaikan Kualitas Lingkungan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Defisit Air Sejak Tahun 1995

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Kekeringan yang melanda masyarakat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saat ini, sesungguhnya bukan sesuatu hal yang baru. Hampir setiap tahun berulang, bahkan saat musim kemarau normal seperti tahun 2017 ini.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya