Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 3
Perbesar
img-1
Moderator Syukri Rahmatullah bersama Ketua Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) Ali Yusuf usai diskusi Redbons yang bertajuk Tragedi Rohingya, Antara Nobel Perdamaian dan Kemanusiaan di kantor Okezone, Jakarta, Selasa (5/9/2017). Selama empat tahun terakhir, etnis Rohingya yang tinggal di perbatasan Myanmar dan Bangladesh yaitu tepatnya di Rakhine State hidup dalam mimpi buruk. Mereka terjebak dalam konflik kemanusiaan yang mengancam jiwa. Banyak versi yang menunjukkan asal mula dari konflik itu terjadi. Namun yang pasti, berbagai perlakuan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) telah mereka dapatkan sejak 2012.
Foto 2 / 3
Perbesar
img-2
Moderator Syukri Rahmatullah bersama Ketua Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) Ali Yusuf usai diskusi Redbons yang bertajuk Tragedi Rohingya, Antara Nobel Perdamaian dan Kemanusiaan di kantor Okezone, Jakarta, Selasa (5/9/2017). Selama empat tahun terakhir, etnis Rohingya yang tinggal di perbatasan Myanmar dan Bangladesh yaitu tepatnya di Rakhine State hidup dalam mimpi buruk. Mereka terjebak dalam konflik kemanusiaan yang mengancam jiwa. Banyak versi yang menunjukkan asal mula dari konflik itu terjadi. Namun yang pasti, berbagai perlakuan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) telah mereka dapatkan sejak 2012.
Foto 3 / 3
Perbesar
img-3
Moderator Syukri Rahmatullah bersama Ketua Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) Ali Yusuf usai diskusi Redbons yang bertajuk Tragedi Rohingya, Antara Nobel Perdamaian dan Kemanusiaan di kantor Okezone, Jakarta, Selasa (5/9/2017). Selama empat tahun terakhir, etnis Rohingya yang tinggal di perbatasan Myanmar dan Bangladesh yaitu tepatnya di Rakhine State hidup dalam mimpi buruk. Mereka terjebak dalam konflik kemanusiaan yang mengancam jiwa. Banyak versi yang menunjukkan asal mula dari konflik itu terjadi. Namun yang pasti, berbagai perlakuan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) telah mereka dapatkan sejak 2012.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Redbons Discussion: Tragedi Rohingya, Antara Nobel Perdamaian dan Kemanusiaan

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Selama empat tahun terakhir, etnis Rohingya yang tinggal di perbatasan Myanmar dan Bangladesh yaitu tepatnya di Rakhine State hidup dalam mimpi buruk. Mereka terjebak dalam konflik kemanusiaan yang mengancam jiwa. Banyak versi yang menunjukkan asal mula dari konflik itu terjadi. Namun yang pasti, berbagai perlakuan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) telah mereka dapatkan sejak 2012.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya