Kembali
Share
https://digital.okezone.com/view/NaN/aN/aN/2/40298/foto-essay-kisah-seorang-petinju-muay-thai-transgender
Foto 1 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk, seorang transgender berdoa di sebuah tempat suci di dekat gym Baan Charoensuk di provinsi Chachoengsao, Thailand, 12 Juli 2017. Setelah lebih dari 300 pertarungan, mengumpulkan 30 dari 150 kemenangannya melalui KO, Rose mengatakan bahwa dia akhirnya diizinkan untuk bertarung di Stadion Rajadamnern. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 2 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk, seorang transgender berlatih di dekat gym di provinsi Buriram, Thailand, 3 Juli 2017. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 3 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk, seorang transgender menghabiskan waktu bersama keluarganya di rumahnya di distrik Phimai di provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, 18 Juli 2017. Kemenangan kedua berturut-turut untuk Rose di arena Muay Thai yang dipuja setelah menjadi petinju transgender pertama yang bertarung di sana bulan lalu. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 4 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk, seorang transgender berjalan di samping piala di rumahnya di distrik Phimai di provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, 18 Juli 2017. Di kota-kota pedesaan di mana dia telah melakukan sebagian besar pertempurannya, penampilannya membingungkan beberapa lawan laki-lakinya. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 5 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk, seorang transgender, berlatih di gym di provinsi Buriram, Thailand, 4 Juli 2017. Meski banyak hinaan dalam setiap pertandigannya tidak membuat Rose patah semangat untuk bertanding. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 6 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk, seorang transgender, berlatih di gym di provinsi Buriram, Thailand, 4 Juli 2017. Berbalut tank top dan celana pendek berwarna pink, wajahnya dibuat dengan rouge dan lipstik merah, transgender tempur Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk adalah lawan yang tangguh. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 7 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk, seorang transgender, berlatih di gym di provinsi Buriram, Thailand, 4 Juli 2017. Thailand secara luas dipandang sebagai surga bagi orang-orang gay dan transgender, namun banyak yang mengatakan bahwa mereka diperlakukan sebagai warga kelas dua. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 8 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk (kanan), yang merupakan transgender, menendang Priewpak Sorjor Wichit-Padrew saat pertandingan tinju di Stadion Rajadamnern di Bangkok, Thailand, 13 Juli 2017. Petinju berusia 21 tahun itu mulai bertinju semenjak mengikuti jejak pamannya yang merupakan seorang petinju Muay Thai sehingga mendorongnya untuk berlatih. REUTERS / Athit Perawongmetha
Foto 9 / 9
Perbesar
Petinju Muay Thai Nong Rose Baan Charoensuk (tengah), seorang transgender, bereaksi setelah memenangkan pertandingan tinju melawan Priewpak Sorjor Wichit-Padrew di Stadion Rajadamnern di Bangkok, Thailand, 13 Juli 2017. Lahir di Somros Polchareon, Rose mengatakan bahwa dia diidentifikasi sebagai wanita pada usia dini dan mulai memakai makeup dan bra olahraga di arena ring pertandingan. REUTERS / Athit Perawongmetha
Advertisement
Foto Essay Kisah Seorang Petinju Muay Thai Transgender
Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
Lahir di Somros Polchareon, Rose mengatakan bahwa dia diidentifikasi sebagai wanita pada usia dini dan mulai memakai makeup dan bra olahraga di arena ring pertandingan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya