Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Petani pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Roban (UKPWR) Batang Jawa Tengah melakukan aksi teatrikal menanam padi di depan Kedubes Jepang, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016). Aksi tersebut dalam rangka menuntut ganti rugi warga atas penutupan paska akses lahan pertanian mereka karena pembangunan PLTU Batu Bara Batang.
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Pegiat lingkungan memegang pagi saat aksi teatrikal di depan Kedutaan Besar Jepang bertepatan dengan Hari Tanah Internasional, di Jakarta, Senin (5/12/2016). Para pegiat lingkungan bersama 15 pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Roban (UKPWR) Batang, memprotes pembangunan PLTU Batu Bara Batang yang mendapat investasi dari perusahaan Jepang.
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Petani pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Roban (UKPWR) Batang Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedubes Jepang, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016). Aksi tersebut dalam rangka menuntut ganti rugi warga atas penutupan paska akses lahan pertanian mereka karena pembangunan PLTU Batu Bara Batang.
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Petani pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Roban (UKPWR) Batang Jawa Tengah melakukan aksi teatrikal menanam padi di depan Kedubes Jepang, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016). Aksi tersebut dalam rangka menuntut ganti rugi warga atas penutupan paska akses lahan pertanian mereka karena pembangunan PLTU Batu Bara Batang.
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Pegiat lingkungan memegang pagi saat aksi teatrikal di depan Kedutaan Besar Jepang bertepatan dengan Hari Tanah Internasional, di Jakarta, Senin (5/12/2016). Para pegiat lingkungan bersama 15 pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Roban (UKPWR) Batang, memprotes pembangunan PLTU Batu Bara Batang yang mendapat investasi dari perusahaan Jepang.
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Pegiat lingkungan memegang pagi saat aksi teatrikal di depan Kedutaan Besar Jepang bertepatan dengan Hari Tanah Internasional, di Jakarta, Senin (5/12/2016). Para pegiat lingkungan bersama 15 pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Roban (UKPWR) Batang, memprotes pembangunan PLTU Batu Bara Batang yang mendapat investasi dari perusahaan Jepang.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Teatrikal Petani Tuntut Ganti Rugi Pembangunan PLTU Batang

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Aksi tersebut dalam rangka menuntut ganti rugi warga atas penutupan paska akses lahan pertanian mereka karena pembangunan PLTU Batu Bara Batang.
 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya