Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 4
Perbesar
img-1
Sejumlah anggota Kepolisian berusaha membubarkan warga saat terjadi bentrok antarwarga di Kawasan Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9/2016). Bentrokan yang terjadi saat berlangsungnya prosesi pencucian benda pusaka tersebut merupakan akibat penolakan massa dari Andi Maddusila Andi Idjo yang bergelar I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Aluddin II sebagai Raja Gowa ke-37 yang memprotes pembentukan Peraturan Daerah Lembaga Adat Daerah Pemerintah Kabupaten Gowa karena dinilai tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan melanggar aturan kesultanan Kerajaan Gowa.
Foto 2 / 4
Perbesar
img-2
Warga berdialog dengan anggota Kepolisian yang melakukan pengamanan saat terjadi bentrok antarwarga di Kawasan Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9/2016). Bentrokan yang terjadi saat berlangsungnya prosesi pencucian benda pusaka tersebut merupakan akibat penolakan massa dari Andi Maddusila Andi Idjo yang bergelar I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Aluddin II sebagai Raja Gowa ke-37 yang memprotes pembentukan Peraturan Daerah Lembaga Adat Daerah Pemerintah Kabupaten Gowa karena dinilai tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan melanggar aturan kesultanan Kerajaan Gowa.
Foto 3 / 4
Perbesar
img-3
Sejumlah anggota kepolisian melakukan pengamanan saat terjadi bentrok antar warga di Kawasan Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9/2016). Bentrokan yang terjadi saat berlangsungnya prosesi pencucian benda pusaka tersebut merupakan akibat penolakan massa dari Andi Maddusila Andi Idjo yang bergelar I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Aluddin II sebagai Raja Gowa ke-37 yang memprotes pembentukan Peraturan Daerah Lembaga Adat Daerah Pemerintah Kabupaten Gowa karena dinilai tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan melanggar aturan kesultanan Kerajaan Gowa.
Foto 4 / 4
Perbesar
img-4
Warga melempar batu saat terjadi bentrok antarwarga di kawasan Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9/2016). Bentrokan yang terjadi saat berlangsungnya prosesi pencucian benda pusaka tersebut merupakan akibat penolakan massa dari Andi Maddusila Andi Idjo yang bergelar I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Aluddin II sebagai Raja Gowa ke-37 yang memprotes pembentukan Peraturan Daerah Lembaga Adat Daerah Pemerintah Kabupaten Gowa karena dinilai tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan melanggar aturan kesultanan Kerajaan Gowa.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Bentrok Protes Perda Lembaga Adat Daerah Pemkab Gowa

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Warga melempar batu saat terjadi bentrok antarwarga di kawasan Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9/2016).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya