Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Aktivis Kontras Feri Kusuma (tengah) bersama (ka-ki) Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga, Aktivis IKOHI Victor Da Costa, Korban penculikan Militer Indonesia Dari Timor Leste Isabelinha Jesus Pinto, dan Moderator saat menjadi pembicara dalam diskusi terkait laporan orang hilang di Jakarta, Selasa (30/8/2016). Memperingati Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa Sedunia yang ke-30 ini, sejumlah aktivis seperti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Asia Justice Riights (AJAR) dan Ikatan keluarga Korban Orang Hilang Indonesia (IKOHI) meminta pemerintah lebih tegas dalam menangani kasus pelanggaran HAM dan penghilangan paksa.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Memperingati Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa Sedunia yang ke-30 ini, sejumlah aktivis seperti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Asia Justice Riights (AJAR) dan Ikatan keluarga Korban Orang Hilang Indonesia (IKOHI) meminta pemerintah lebih tegas dalam menangani kasus pelanggaran HAM dan penghilangan paksa.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Memperingati Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa Sedunia yang ke-30 ini, sejumlah aktivis seperti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Asia Justice Riights (AJAR) dan Ikatan keluarga Korban Orang Hilang Indonesia (IKOHI) meminta pemerintah lebih tegas dalam menangani kasus pelanggaran HAM dan penghilangan paksa.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Aktivis Kontras Feri Kusuma (tengah) bersama (ka-ki) Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga, Aktivis IKOHI Victor Da Costa, Korban penculikan Militer Indonesia Dari Timor Leste Isabelinha Jesus Pinto, dan Moderator saat menjadi pembicara dalam diskusi terkait laporan orang hilang di Jakarta, Selasa (30/8/2016). Memperingati Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa Sedunia yang ke-30 ini, sejumlah aktivis seperti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Asia Justice Riights (AJAR) dan Ikatan keluarga Korban Orang Hilang Indonesia (IKOHI) meminta pemerintah lebih tegas dalam menangani kasus pelanggaran HAM dan penghilangan paksa.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Aktivis Kontras Feri Kusuma (tengah) bersama (ka-ki) Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga, Aktivis IKOHI Victor Da Costa, Korban penculikan Militer Indonesia Dari Timor Leste Isabelinha Jesus Pinto, dan Moderator saat menjadi pembicara dalam diskusi terkait laporan orang hilang di Jakarta, Selasa (30/8/2016). Memperingati Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa Sedunia yang ke-30 ini, sejumlah aktivis seperti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Asia Justice Riights (AJAR) dan Ikatan keluarga Korban Orang Hilang Indonesia (IKOHI) meminta pemerintah lebih tegas dalam menangani kasus pelanggaran HAM dan penghilangan paksa.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa Sedunia

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Memperingati Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa Sedunia yang ke-30 ini, para aktivis meminta pemerintah lebih tegas dalam menangani kasus pelanggaran HAM. 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya