Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Massa Solidaritas Perempuan dan Komunitas Perempuan Jakarta berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Mereka mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) dan segera keluar dari Perjanjian Paris. Massa menilai REDD+ berpotensi menimbulkan konflik sosial, mengancam kedaulatan rakyat yang bergantung pada hutan serta menempatkan kaum perempuan menjadi objek yang paling dirugikan karena harus bekerja lebih berat terkait pemanfaatan sumber daya hutan.
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Massa Solidaritas Perempuan dan Komunitas Perempuan Jakarta berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Mereka mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) dan segera keluar dari Perjanjian Paris. Massa menilai REDD+ berpotensi menimbulkan konflik sosial, mengancam kedaulatan rakyat yang bergantung pada hutan serta menempatkan kaum perempuan menjadi objek yang paling dirugikan karena harus bekerja lebih berat terkait pemanfaatan sumber daya hutan.
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Massa Solidaritas Perempuan dan Komunitas Perempuan Jakarta berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Mereka mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) dan segera keluar dari Perjanjian Paris. Massa menilai REDD+ berpotensi menimbulkan konflik sosial, mengancam kedaulatan rakyat yang bergantung pada hutan serta menempatkan kaum perempuan menjadi objek yang paling dirugikan karena harus bekerja lebih berat terkait pemanfaatan sumber daya hutan.
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Massa Solidaritas Perempuan dan Komunitas Perempuan Jakarta berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Mereka mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) dan segera keluar dari Perjanjian Paris. Massa menilai REDD+ berpotensi menimbulkan konflik sosial, mengancam kedaulatan rakyat yang bergantung pada hutan serta menempatkan kaum perempuan menjadi objek yang paling dirugikan karena harus bekerja lebih berat terkait pemanfaatan sumber daya hutan.
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Massa Solidaritas Perempuan dan Komunitas Perempuan Jakarta berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Mereka mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) dan segera keluar dari Perjanjian Paris. Massa menilai REDD+ berpotensi menimbulkan konflik sosial, mengancam kedaulatan rakyat yang bergantung pada hutan serta menempatkan kaum perempuan menjadi objek yang paling dirugikan karena harus bekerja lebih berat terkait pemanfaatan sumber daya hutan.
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Massa Solidaritas Perempuan dan Komunitas Perempuan Jakarta berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Mereka mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) dan segera keluar dari Perjanjian Paris. Massa menilai REDD+ berpotensi menimbulkan konflik sosial, mengancam kedaulatan rakyat yang bergantung pada hutan serta menempatkan kaum perempuan menjadi objek yang paling dirugikan karena harus bekerja lebih berat terkait pemanfaatan sumber daya hutan.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Perempuan Menuntut Keadilan Iklim

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Massa Solidaritas Perempuan dan Komunitas Perempuan Jakarta berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya